Akurat Logo

Lupakan Capaian di Olimpiade Paris, Indonesia Diminta Siapkan Diri untuk Los Angeles 2028

Leo Farhan | 14 Agustus 2024, 21:30 WIB
Lupakan Capaian di Olimpiade Paris, Indonesia Diminta Siapkan Diri untuk Los Angeles 2028
 
 
AKURAT.CO, Tim Indonesia berhasil menghadirkan rentetan sejarah saat tampil di Olimpiade Paris 2024. Hasil dua emas dan satu perunggu diharapkan bisa jadi modal berharga menatap Los Angeles 2028.
 
"Alhamdulillah, olimpiade sudah sampai di akhir. Saya ucapkan terima kasih untuk atlet, pengurus cabor, pemerintah dan semua supporting system," kata Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari di Paris, Selasa (13/8) WIB.
 
"Banyak sejarah yang tercipta. Masih ada waktu dua tahun dan kita ajak lagi cabor lain untuk bisa lolos kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028. Tidak lupa kita juga akan bersiap untuk menjadi tuan rumah Youth Olympic Games 2030."
 
 
Di Paris 2024, Indonesia meraih medali emas lewat Veddriq Leonardo dari cabor panjat tebing nomor speed putra dan Rizki Juniansyah dari cabor angkat besi kelas 73 kilogram putra.
 
Sementara medali perunggu disumbangkan Gregoria Mariska Tunjung dari cabor bulutangkis sektor tunggal putri.
 
Hasil ini sekaligus mengulang pencapaian prestasi Indonesia 32 tahun lalu saat berhasil menyabet dua medali emas Olimpiade Barcelkna 1992.
 
Saat itu pasangan suami istri olimpian, Alan Budikusuma dan Susy Susanti, berhasil menyumbangkan emas untuk Merah Putih.
 
Di sisi lain, pencapaian di Paris kali ini juga menjadi catatan baru bagi dunia olahraga Indonesia. Yakni akhirnya ada cabor lain selain bukutangkis yang mampu menyumbangkan medali emas Olimpiade.
 
Bukan cuma itu, raihan dua emas dan satu perunggu ini juga mampu mengantarkan Indonesia bertengger di peringkat ke-39 klasemen perolehan medali.
 
 
Hasil ini lebih baik dari pencapaian Merah Putih saat tampil di Tokyo 2020 lalu dengan menempati peringkat ke-55.
 
"Ini artinya olahraga Indonesia semakin besar dan disegani tidak hanya di badminton saja, tapi di luar badminton kita bisa mengalahkan dua negara besar Amerika Serikat dan China," kata Chef De Mission Tim Indonesia, Anindya Bakrie.
 
Pria yang karib disapa Anin itu juga berharap Tim Indonesia bisa meloloskan lebih banyak atlet dari berbagai cabang olahraga untuk membuka peluang raihan medali emas yang lebih besar pada Olimpiade Los Angeles 2028 mendatang.
 
Dari 12 cabor yang terkualifikasi tampil di Paris 2024, Indonesia berhasil membawa pulang tiga medali dari tiga cabor. Anindya menyebut, untuk bisa masuk G-20 olahraga, paling tidak Indonesia harus bisa meraih lima medali emas.
 
"Tinggal kita cari tiga lagi. Evaluasi harus segera dilakukan, infrastruktur sudah ada dari Pak Jokowi dan tinggal dilanjutkan oleh Pak Prabowo sebagai Presiden terpilih. Semoga semua stakeholder olahraga bisa bersatu dan meraih hasil lebih baik lagi di Olimpiade 2028 Los Angeles," tuntasnya.
 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H