Veddriq Leonardo dan Kolega Olimpian Turun di PON, Jadi Standar Panjat Tebing Level Nasional

AKURAT.CO, Empat atlet panjat tebing nasional yang tampil di Olimpiade Paris 2024 kemungkinan bakal ambil bagian dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara 2024.
Mereka adalah peraih medali emas Olimpiade, Veddriq Leonardo dan tiga koleganya, yakni Rahmad Adi Mulyono, Desak Made Rita Kusuma Dewi, dan Rajiah Salsabillah.
Pelatih Tim Panjat Tebing Indonesia, Hendra Basir, menyebut bahwa kehadiran keempat olimpian ini di ajang PON juga untuk memanaskan persaingan cabang panjat tebing di level nasional.
Baca Juga: Panjat Tebing Saling Pecah Rekor, Veddriq: Jarang Terjadi, Baru di Olimpiade Paris
"Memang teman-teman Timnas, khususnya yang ikut olimpiade ini, bahkan yang mengikuti kualifikasi olimpiade ini sudah menjadi benchmarking untuk persaingan di level nasional," kata Hendra Basir di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Selasa (13/8) malam WIB.
"Itu yang membuat kami di kategori speed khususnya, baik putra maupun putri, itu menjadi grow up (berkembang). Mereka akan saling bersaing dan mencatatkan waktu personal best masing-masing."
Hendra menyebut bahwa ajang PON ini juga sebagai salah satu langkah untuk melakukan pemantauan terhadap atlet-atlet junior lainnya yang berpotensi membawa nama Merah Putih ke panggung internasional seperti Asian Games 2026 atau Olimpiade 2028.
Baca Juga: Olimpiade Paris: Sejarah! Veddriq Leonardo Sumbang Emas Pertama untuk Indonesia
Selain itu, keikutsertaan empat olimpian di ajang PON sekaligus untuk membentuk ekosistem dan budaya panjat tebing Tanah Air. Baik itu untuk atlet nasional ataupun atlet di luar tim nasional.
"Jadi di panjat tebing sendiri, di nomor speed itu persaingan di level nasional itu luar biasa ketat. Artinya catatan waktu itu saling kejar-mengejar di beberapa atlet elite nasional," jelas Hendra.
"Tinggal bagaimana kita menyeleksi itu semua untuk memilah-milah mereka menjadi atlet elite nasional yang dipersiapkan untuk kompetisi internasional seperti Asian Games dan olimpiade."
Dengan kualitas yang cukup banyak dimiliki Indonesia, gelaran PON atau Kejuaraan Nasional baik junior ataupun senior adalah salah satu event yang digunakan tim pelatih untuk melakukan pemantauan.
"Jadi artinya bukan berarti siapa yang juara PON akan otomatis di tim nasional. Jadi kita screening, baik itu event junior, Kejurnas junior atau Kejurnas senior termasuk PON. Kami akan undang mereka semua untuk melakukan seleksi nasional," kata Hendra menuntaskan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









