Akurat

Raih Emas Olimpiade, Veddriq Leonardo Ternyata Sempat Grogi Lawan Atlet Tuan Rumah Ini

Leo Farhan | 12 Agustus 2024, 00:00 WIB
Raih Emas Olimpiade, Veddriq Leonardo Ternyata Sempat Grogi Lawan Atlet Tuan Rumah Ini

AKURAT.CO Veddriq Leonardo dan Rizky Juniansyah berhasil mencatatkan sejarah sebagai atlet pertama di luar cabang olahraga bulu tangkis yang berhasil menyumbangkan medali emas Olimpiade untuk Indonesia.

Keduanya meraih prestasi gemilang di Olimpiade Paris 2024, di mana Veddriq berkompetisi di cabang panjat tebing, dan Rizky di cabang angkat besi.

Ini adalah pencapaian istimewa bagi Indonesia, mengingat sebelumnya hanya cabang bulu tangkis yang mampu menyumbangkan medali emas Olimpiade.

Namun, tahun ini, prestasi tersebut berhasil diraih oleh Veddriq dan Rizky di cabang olahraga yang berbeda.

Baca Juga: Menyusul Saka Tatal, Enam Terpidana Kasus Vina Bakal Daftarkan Peninjauan Kembali

"Tentu ini suatu sejarah. Karena, selama 32 tahun belum pernah kita mendapatkan dua emas," ujar Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia, Anindya Bakrie, di Rumah Garuda, Paris, Jumat (9/8/2024).

"Apalagi dua emas dari cabang olahraga yang berbeda di luar bulu tangkis. Artinya, Indonesia selama 32 tahun telah memperluas atau memperkuat kualitas pembinaan di cabang olahraganya," tambahnya.

Secara khusus, Veddriq Leonardo mencatatkan namanya sebagai peraih medali emas pertama di cabang panjat tebing nomor speed putra. Ini juga menjadi sejarah tersendiri karena nomor speed baru pertama kali dipertandingkan di Olimpiade.

Penampilan Veddriq sepanjang pertandingan sangat mengesankan. Ia bahkan sempat memecahkan rekor dunia saat babak kualifikasi seeding heats dengan catatan waktu 4,79 detik.

Baca Juga: Hasto Bantah PDIP Kesulitan Cari Calon Kepala Daerah untuk Pilkada 2024

Namun, rekornya tersebut kemudian dipatahkan oleh wakil Amerika Serikat, Samuel Watson, yang mencatatkan waktu 4,75 detik, dan kembali mempertajamnya menjadi 4,74 detik saat perebutan medali perunggu.

Meskipun tidak bertemu langsung dengan Watson, Veddriq sempat merasakan tekanan saat menghadapi wakil tuan rumah, Bassa Mawem, di perempat final. Sorakan dan teriakan pendukung tuan rumah sempat membuatnya tegang.

"Tapi, itu menjadi kunci untuk bisa meneruskan ke babak berikutnya. Tidak mudah melawan tuan rumah, jadi memang perlu fokus dan ketenangan," jelas Veddriq.

Namun, Veddriq berhasil menunjukkan ketenangan dan fokusnya dengan mencatatkan waktu di bawah lima detik, yakni 4,88 detik, unggul 0,38 detik dari Mawem yang mencatatkan waktu 5,26 detik.

Baca Juga: PABSI Optimis Emas Olimpiade Bisa Dipertahankan Tim Angkat Besi Indonesia

Ketegangan yang sempat dirasakannya akhirnya terbayar lunas ketika Veddriq meraih medali emas dengan catatan waktu 4,75 detik, sekaligus menorehkan waktu terbaiknya dalam mengalahkan wakil China, Wu Peng, yang mencatatkan waktu 4,77 detik, hanya terpaut 0,02 detik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
W
Editor
Wahyu SK