AKURAT.CO Babak final grand slam lapangan rumput Wimbledon 2024 kembali mempertemukan antara unggulan kedua, Novak Djokovic, melawan juara bertahan, Carlos Alcaraz.
Ini adalah final kedua beruntun bagi kedua petenis yang pada edisi 2023 mereka juga saling behadapan di lapangan utama All England Lawn Tennis & Croquet Club, London.
Ini bukanlah hal yang pertamakali terjadi di Wimbledon. Karena setidaknya ada enam pasangan di Era Terbuka yang juga pernah saling berhadapan dua kali beruntun di final grand slam lapangan rumput tersebut.
1. Bjorn Borg dan Jimmy Connors: 1977 dan 1978
Dua bintang tenis terbesar era 1970-an dan awal 1980-an, Borg dan Connors sama-sama meraih tujuh gelar tunggal di All England Club.
Di mana keduanya juga pernah saling berhadapan dua kali di final pada tahun 1977, dan kemudian bertemu kembali pada tahun berikutnya.
Petenis asal Swedia itu menang dalam lima set atas Connors untuk meraih gelar keduanya di Wimbledon pada tahun 1977.
Dia kemudian dengan mudah mengalahkan petenis Amerika itu dalam tiga set langsung pada musim panas berikutnya.
2. Bjorn Borg dan John McEnroe: 1980 dan 1981
Borg dan McEnroe menyajikan rivalitas yang paling terkenal dalam sejarah tenis putra, yang sebagian besar terjadi di Wimbledon.
Kemenangan atas McEnroe di tahun 1980 mengantarkan Borg meraih gelar Wimbledon kelima beruntun dalam pertarungan epik lima set, dan menjadi salah satu laga paling ikonik dalam sejarah tenis
Namun, satu tahun kmudian McEnroe berhasil membalasnya dengan meraih gelar tunggal pertamanya dari tiga gelar grand slam di lapangan rumput.
3. Boris Becker dan Stefan Edberg: 1988, 1989, dan 1990
Dua petenis dengan serve dan volley yang kuat, Boris Becker dan Stefan Edberg hanyalah satu dari dua pasangan pemain yang bertemu di tiga final Wimbledon beruntun.
Mengikuti jejak kompatriotnya, Bjorn Borg, Edberg memenangkan final pertama pada tahun 1988 lewat laga empat set, sebelum Becker mengklaim gelar Wimbledon ketiganya pada tahun 1989.
Final mereka yang paling berkesan adalah di bagian akhir trilogi pada tahun 1990, Edberg keluar sebagai juara, usai melewati laga sengit lima set untuk meraih kemenangan kedua dan terakhirnya di All England Club.
4. Roger Federer dan Andy Roddick: 2004 dan 2005
Final antara Roger Federer dan Andy Roddick yang paling terkenal di lapangan utama terjadi pada tahun 2009, tetapi mereka pernah dua kali berhadapan di final Wimbledon sebelumnya.
Pemilik delapan gelar Wimbledon, Federer memenangi kedua partai final itu. Meraih kemenangan empat set di pertemuan pertama, dan set langsung di tahun berikutnya.
5. Roger Federer dan Rafael Nadal: 2006, 2007, dan 2008
Roger Federer dan Rafael Nadal meniru apa yang dicapai Boris Becker dan Stefan Edberg dengan memainkan tiga final beruntun pada pertengahan tahun 2000-an.
Maestro asal Swiss itu, memenangi dua pertemuan pertama pada tahun 2006 dan 2007, untuk mengklaim gelar Wimbledon keempat dan kelima dengan mengalahkan rival asal Spanyol tersebut.
Namun, Nadal mampu membalasnya dengan meraih kemenangan di pertemuan ketiga mereka pada tahun 2008 dengan memenangkan salah satu final grand slam lapangan rumput terhebat sepanjang masa.
6. Roger Federer dan Novak Djokovic: 2014 dan 2015
Dua petenis terhebat di lapangan rumput, Novak Djokovic dan Roger Federer bertemu di partai final beruntun pada pertengahan tahun 2010-an.
Satu dekade lalu, petenis asal Serbia itu mengklaim gelar keduanya di All England Club dengan mengalahkan Federer dalam final lima set yang sangat fenomenal.
Di tahun berikutnya, segalanya tampak lebih mudah bagi Djokovic setelah menumbangkan pangeran lapangan rumput lewat pertarungan empat set.