Akurat Logo

Tour De France: Mark Cavendish Pecahkan Rekor Kemenangan, Tadej Pogacar Pertahankan Jersey Kuning

Leo Farhan | 4 Juli 2024, 13:57 WIB
Tour De France: Mark Cavendish Pecahkan Rekor Kemenangan, Tadej Pogacar Pertahankan Jersey Kuning
 
AKURAT.CO, Posisi sementara klasemen umum (general classification) Tour De France 2024 setelah etape kelima memang tidak banyak berubah.
 
Tadej Pogacar masih berhak atas yellow jersey untuk etape selanjutnya di Tour De France. Dibuntuti dua rivalnya, Remco Evenepoel dan Jonas Vingegaard di posisi dua dan tiga.
 
Namun, yang menyita perhatian pada etape ini bukanlah posisi klasemen umum Tour De France.
 
Melainkan pencapaian yang diraih pembalap veteran asal Inggris, Mark Cavendish, yang keluar sebagai juara etape kelima yang berlangsung dari Saint Jean De Maurienne ke Saint Vulbas, Prancis, Rabu (3/7) setempat.
 
 
Kemenangan ini menjadi penutup karier yang diidam-idamkan oleh pembalap berusia 39 tahun tersebut. Bukan gelar juara umum, tetapi satu kemenangan di etape Tour de France sudah cukup mengantarkan namanya tercatat sebagai legenda balap sepeda dunia.
 
Pasalnya, kemenangan tersebut membuat Mark Cavendish berhasil memecahkan rekor kemenangan terbanyak sepanjang masa di Tour de France. Ia mampu mengoleksi 35 kemenangan etape yang sebelumnya rekor ini dipegang oleh Eddy Merckx.
 
Pembalap dari Tim Astana Qazaqstan ini merebut kemenangan setelah memenangi adu sprint jelang garis finis di Saint Vulbas.
 
Mark Cavendish melakukan attack pada 300 meter terakhir untuk mengungguli Jasper Philipsen dan Alexander Kristof.
 
"Saya agak tidak percaya. Astana telah mempertaruhkan segalanya tahun ini, untuk memastikan kami menang di Tour De France," kata Cavendish selepas balapan seperti dikutip laman Cyclingnews.com, Kamis (4/7).
 
"Kami mempertaruhkan segalanya dengan mencoba memenangi setidaknya satu etape dan itu adalah pertaruhan besar bagi bos saya, Alex Vinokourov.
 
"Itu menunjukkan bahwa seorang mantan pembalap sepeda tahu apa itu Tour de France. Anda harus mengerahkan seluruh kemampuan."
 
 
Apa yang dikatakan Cavendish bukan tidak berdasar. Dari awal kapasitas timnya diragukan, di mana usia menjadi alasan utama keraguan tersebut.
 
Apalagi Cavendish sudah lebih dari tiga tahun tak lagi naik podium tertinggi di Tour De France.
 
Bahkan, nasib sial harus dialaminya pada edisi sebelumnya. Cavendiah harus angkat koper lebih awal dari Tour De France lantaran mengalami insiden kecelakaan pada etape kedelapan.
 
Insiden itu bahkan membuatnya mengalami cedera patah tulang selangka dan butuh waktu tiga bulan untuk bisa kembali beraksi.
 
Tetapi, pembalap berusia 39 tahun itu mampu menunjukkan mentalitas juara dan menunjukkan bahwa dia pantas disebut legenda balap sepeda dunia untuk bangkit di tahun terakhir kariernya dengan memecahkan rekor Tour De France yang bertahan hampir lima dekade.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H