Tinjau Pusat Latihan di Karanganyar, CdM Paralimpiade Paris Catat Kurangnya Air Bersih

AKURAT.CO, Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia untuk Paralimpiade Paris 2024, Reda Manthovani, memantau perkembangan pembangunan venue dan pusat pelatihan untuk atlet binaan Komite Paralimpiade (NPC) Indonesia.
Kunjungan yang dilakukan Reda Manthovani ke Paralympic Training Center (PTC) di Desa Delingan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, pada Kamis (27/6) itu dilakukan untuk melihat sudah sampai sejauh mana progress pembangunan
Dalam kunjungan tersebut, Reda menilai bahwa progres pembangunan venue PTC sesuai dengan tahapan dan jadwal yang sudah ditentukan.
Baca Juga: NPC Indonesia Tunjuk Jaksa Reda Manthovani Sebagai CDM Paralimpiade Paris
"Setelah kami melihat lapangan atletik dan lapangan sepakbola, nampaknya sudah sesuai dengan jadwal. Kalau untuk gedung atau fasilitas yang lain, tadi kami tanya ke pengembang akan bisa selesai pada bulan Desember 2024 ini," ungkap Reda, Kamis (27/6).
Tetapi, ada beberapa catatan terkait pembangunan PTC ini. Reda mengatakan ada beberapa sarana yang perlu dibenahi dan disiapkan. Salah satu yang paling urgent adalah soal kebutuhan air.
Untuk mengatasi masalah tersebut, ia dan Pemkab Karanganyar akan melakukan kerjasama untuk menyediakan air bersih yang nantinya bersumber dari Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM).
"Kendalanya itu adalah air bersih. Ini tadi dari Pak PJ Bupati sudah bersedia akan perlunya dukungan dari PDAM. Kemudian untuk akses jalan, nanti juga akan kita bahas. Ini agar jalan menuju ke sini bisa lebih baik lagi," jelasnya.
Baca Juga: Jokowi Resmikan Pembangunan Pusat Pelatihan Paralimpiade di Karanganyar Rp409 Miliar
Saat ini Indonesia tengah menyiapkan atlet-atlet para terbaiknya untuk tampil di ajang multievent empat tahunan Paralimpiade Paris 2024. Sejauh ini sudah ada 28 atlet yang memastikan tampil di Paris, Agustus mendatang.
Di mana kontingen Merah Putih akan ambil bagian di sepuluh cabang olahraga (cabor), yaitu para atletik, para renang, para tenis meja, para panahan, para menembak, boccia, para bulutangkis, para cycling, angkat berat, dan blind judo.
Selain itu, saat ini para atlet juga sudah mulai menjalani latihan rutin di Kota Solo dan beberapa atlet lainnya baru saja mengikuti kejuaraan dunia.
"Dari Menpora targetnya dua emas. Peluang terbesar emas kami ada di bulutangkis dan panahan. Cabor lainnya juga berpotensi membuat kejutan. Kami minta doanya mudah-mudahan target yang diinginkan bisa tercapai," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









