Lempar Isu Jadi Capres Irlandia, Conor McGregor Dianggap Dukung Politik Anti-Imigran

AKURAT.CO, “Irlandia, Inilah Presiden Anda.”
Kalimat di atas dicuitkan oleh bintang seni beladiri campuran asal Republik Irlandia, Conor McGregor, sebagai keterangan foto diri yang diunggah sang petarung di akun X miliknya pada Senin (4/12).
Unggahan tersebut secara terbuka memiliki implikasi politis karena dalam beberapa waktu terakhir Conor McGregor cukup aktif menyoroti situasi politik di negaranya. Terutama setelah kerusuhan di ibukota Irlandia, Dublin, 23 November lalu.
Pada hari yang sama, Conor McGregor, 35 tahun, mengunggah tiga foto politisi senior yang berpotensi menjadi tiga kandidat dalam Pemilihan Presiden Irlandia pada 2025.
Baca Juga: Conor McGregor Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual Di Kandang Miami Heat
Dalam cuitannya, McGregor menyiratkan bahwa ia akan mencalonkan diri sebagai Presiden Irlandia yang berusia muda berbanding dengan kandidat lain yang sudah berusia lebih dari 70 tahun.
“Bukan saya yang akan berkuasa sebagai presiden, (tetapi) warga Irlandia. Saya dan Anda,” tulis Conor McGregor.
Cuitan tersebut direspons oleh bos X yang juga disebut sebagai orang terkaya di dunia, Elon Musk. Dengan nada mengolok, Elon Musk mengatakan bahwa McGregor bisa mengalahkan tiga kandidat pesaingnya dengan satu tangan merujuk pada profesi McGregor sebagai petarung UFC.
“Menurut saya kamu bisa mengatasi mereka semua dengan satu tangan. Sama sekali tidak fair,” tulis Elon Musk.
Keterlibatan Conor McGregor dalam wacana politik tak terlepas dari kerusuhan di Dublin yang membuka isu imigrasi di Irlandia. Kerusuhan terjadi setelah seorang pria menikam tiga anak dan seorang pengasuh pada November lalu.
Baca Juga: Nyelip di Laga Holloway-Rodriguez, McGregor Isyaratkan Kembali Bertarung?
Pelaku kemudian diidentifikasi sebagai seorang lelaki berusia 49 tahun keturunan Arab-Aljazair. Fakta ini membuka isu soal imigran di Irlandia di mana McGregor dianggap sejalan dengan politik kanan Irlandia yang cenderung menentang imigrasi.
“Perdana Menteri Irlandia membenci orang Irlandia,” tulis McGregor mengomentari Perdana Menteri Irlandia saat ini, Leo Varadkar, yang merupakan keturunan imigran India.
Pun begitu, kolumnis The Guardian, Karim Zidan, menyebut bahwa aksi McGregor yang menyatakan bakal mencalonkan diri sebagai presiden merupakan upaya untuk mencari perhatian.
Conor McGregor dianggap punya banyak masalah sebagai seorang kandidat. Di antaranya adalah pelemparan bus yang ditumpangi rivalnya, Khabib Nurmagomedov, di New York pada 2018 dan dihukum karena memukul seorang lelaki di sebuah kedai minum di Dublin pada 2019.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









