Hearn: Pertarungan Anthony Joshua vs Deontay Wilder Selambatnya April Mendatang
AKURAT.CO, Promotor tinju terkemuka, Eddie Hearn, menyebutkan petinjunya, Anthony Joshua, akan kembali naik ring bulan Desember atau Januari mendatang.
Dari wawancaranya bersama iFL TV, bos Matchroom Boxing itu juga mengatakan petinju asal London tersebut akan bertarung dua kali dalam enam bulan ke depan.
"Dia (Anthony Joshua) ingin, dia sangat ingin (kembali ke atas ring). Kami telah berkomunikasi sepanjang minggu. Ada banyak hal yang terjadi dengan situasi di IBF," jelas Hearn.
Baca Juga: Coba Kembali ke Papan Atas, Ini Petinju yang Mungkin Dihadapi Joshua Selanjutnya
"Kita harus melihat (situasinya). Saya rasa dia akan bertarung pada bulan Desember atau Januari."
Selain itu, Hearn juga sangat optimistis bahwa Anthony Joshua berpotensi menghadapi Deontay Wilder pada musim semi mendatang atau setidaknya hingga akhir April.
Pembicaraan mengenai pertarungan Joshua vs Willder sendiri telah berlangsung selama setahun terakhir.
Namun, pertarungan tersebut masih mengambang lantaran Arab Saudi tidak bisa menyediakan dana yang dibutuhkan untuk menggelar laga tersebut di wilayah mereka.
Mengantisipasi masalah tersebut, Hearn dan Shelly Finkel selaku penasehat Wilder sedang membahas tawaran potensial dari negara lain untuk pertarungan tersebut.
Baca Juga: Eddie Hearn: Poin Kontrak Joshua vs Wilder Sudah Disepakati
"Saya pikir pertarungan (dengan) Wilder, secara realistis, tidak akan terjadi hingga paling lambat bulan Maret atau April," kata Hearn.
"Tapi dia ingin bertarung. Dia ingin kembali ke kamp dan meminta kami untuk mencoba dan memberinya pertarungan di bulan Desember, apakah itu akan berlanjut hingga bulan Januari? kita lihat saja nanti."
Promotor tinju berusia 44 tahun itu menyebutkan Joshua kemungkinan melawan pesaing nomor satu IBF, Filip Hrgovic, jika gelar IBF kosong.
Namun kemungkinan itu menguap setelah IBF baru-baru ini mendeklarasikan Otto Wallin sebagai penantang peringkat kedua perebutan sabuk tinju kelas berat.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








