Akurat Logo

SEA Games: Persiapan Bermasalah Jadi Sorotan, Sepi Promosi dan Uang Saku Atlet Bermasalah

Leo Farhan | 3 Desember 2025, 20:22 WIB
SEA Games: Persiapan Bermasalah Jadi Sorotan, Sepi Promosi dan Uang Saku Atlet Bermasalah
 
 
AKURAT.CO, Menjelang pembukaan SEA Games Thailand 2025 pada 9 Desember, kesiapan tuan rumah mendapat sorotan.
 
Sejumlah persoalan mulai dari lemahnya promosi, relokasi venue, polemik uang saku atlet, hingga dinamika politik kawasan memicu kritik publik dan warganet.
 
Ini menjadi pertama kalinya Thailand kembali menjadi tuan rumah gelaran multievent olahraga dua tahunan kawasan Asia Tenggara itu setelah 18 tahun.
 
 
Meski panitia bersikeras bahwa persiapan sudah "100 persen", media setempat, Nation Thailand, menyebut bahwa gelombang kritik terus bermunculan terkait minimnya gaung pesta olahraga terbesar Asia Tenggara tersebut.

1. Promosi Dinilai Lemah

SEA Games Thailand 2025 banyak disebut sebagai yang "paling sepi" dalam sejarah. Masyarakat Thailand dikabarkan tidak mengetahui jadwal, lokasi pertandingan, bahkan keberadaan event tersebut.
 
Kondisi ini berbanding terbalik dengan euforia SEA Games 1995 ketika lagu tema "Win It In Your Heart" mendominasi ruang publik.
 
Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand, Atthakorn Sirilatthayakorn, membantah anggapan negaranya tidak siap, namun tidak menampik bahwa promosi memang harus diperkuat.
 
Pemerintah menargetkan perputaran ekonomi mencapai 15 miliar Baht jika strategi promosi berjalan efektif.

2. Relokasi Venue Akibat Banjir dan Keterlambatan Pembangunan

Awalnya, SEA Games Thailand digelar di tiga kota, yakni Bangkok, Chonburi, dan Songkhla. Tetapi, banjir besar di wilayah selatan memaksa sepuluh cabang olahraga harus dipindahkan ke Bangkok dan Chonburi untuk alasan keamanan.
 
Kendala lain muncul dari keterlambatan pembangunan beberapa venue, termasuk kolam renang di Sports Authority of Thailand.
 
 
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran soal efisiensi anggaran dan mengingatkan publik pada kegagalan ajang Asian Indoor and Martial Arts Games tahun lalu yang akhirnya dibatalkan.

3. Drama Uang Saku Atlet

Isu yang juga paling banyak diperbincangkan adalah pemangkasan uang saku dan keterlambatan pembayaran.
 
Kondisi ini memicu kekecewaan atlet, termasuk bintang bulutangkis, Pornpawee Chochuwong, yang sempat menyatakan mundur sebelum akhirnya diyakinkan untuk kembali.
 
Manajer tim tinju Thailand bahkan mengungkapkan banyak atlet yang kehilangan motivasi karena keterlambatan pembayaran dan kurangnya transparansi dari federasi. Bahkan beberapa belum menerima hak mereka selama berbulan-bulan.

4. Dinamika Politik: Kamboja Mundur dari Sejumlah Cabang

Kamboja memutuskan menarik diri dari beberapa cabang olahraga dengan alasan keamanan pasca-insiden perbatasan. Keputusan ini memicu spekulasi kuat soal ketegangan geopolitik antara kedua negara.
 
Mundurnya Kamboja membuat jadwal beberapa cabang tertunda karena menunggu penyesuaian ulang. Kondisi tersebut semakin memperkuat kritik bahwa Thailand belum benar-benar siap menjadi tuan rumah.
 
Meski diterpa banyak polemik dalam proses persiapan, Thailand tetap mengirim 1.531 atlet dan menargetkan rekor tujuh kali juara umum saat menjadi tuan rumah.
 
Gelaran SEA Games Thailand 2025 nantinya disiarkan di sejumlah kanal TV gratis seperti NBT, T-Sport, One31, PPTV, dan TrueVisions.
 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H