Khawatirkan Pandemi, Maraton Tokyo Digeser ke 17 Oktober 2021

AKURAT.CO, Salah satu kejuaraan maraton terbesar di dunia, Maraton Tokyo, memundurkan jadwal perhelatannya untuk edisi tahun depan. Dari yang semula dijadwalkan pada 7 Maret 2021, Maraton Tokyo harus mundur selepas olimpiade di kota itu atau tepatnya pada 17 Oktober 2021.
Sebagaimana dikabarkan Reuters, keputusan untuk memundurkan yang pada edisi terakhir sebelum pandemi di tahun 2019 diikuti oleh lebih dari 37 ribu orang tersebut merupakan dampak dari pandemi virus corona (COVID-19). Selain pandemi, alasan terbesar kebijakan ini adalah pembatasan masuk warga dari luar Jepang ke negeri itu.
Namun demikian, untuk tak menghilangkan kemeriahannya, Maraton Tokyo tetap menggelar event pada jadwal semula 7 Maret 2021. Hanya saja maraton pada 7 Maret dilangsungkan secara virtual di mana sekitar 38 ribu peserta akan berlari di tempat mereka masing-masing.
Maraton Tokyo adalah satu dari enam maraton terbesar dunia seperti Boston, Berlin, Chicago, New York, dan London. Adapun pandemi menyebabkan Boston dan Berlin meniadakan perhelatan tahun ini namun Tokyo tahun ini tetap menggelar kejuaraannya namun hanya mengizinkan atlet elite.
Digelar pada 1 Maret 2020, Maraton Tokyo menghasilkan atlet Etiopia, Birhanu Legese, sebegai juara. Dengan catatan waktu dua jam empat menit 15 detik, Birhanu mempertahankan gelar yang sudah diraihnya setahun sebelumnya di ajang yang sama.
Pada sektor putri, atlet Israel kelahiran Kenya, Lonah Korlima Chemtai, mencatatkan diri sebagai juara. Chemtai menjadi yang terbaik di Tokyo tahun ini dengan catatan waktu dua jam 17 menit 45 detik.
Mundurnya Maraton Tokyo tahun ini juga sejalan dengan kekhawatiran terhadap pelaksanaan Olimpiade Tokyo 2020. Jepang saat ini masih berjuang untuk memastikan Olimpiade Tokyo yang dijadwalkan dilaksanakan mulai 23 Juli bisa dilaksanakan secara aman.
Nomor maraton Olimpiade Tokyo 2020 akan digelar 7-8 Agustus 2020 dimulai dengan sektor putri terlebih dahulu. Hanya saja, venue perlombaan yang sedianya dihelat di Tokyo, mesti digeser ke kawasan Sapporo untuk menghindari kemungkinan panas terik yang melanda ibukota Jepang pada waktu-waktu tersebut.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Trump Akui AS Kembali Serang Iran, Sistem Pertahanan Udara Dihancurkan dalam Hitungan Menit
- 2Moto3 Qatar, Hiroshi Aoyama Terima Penalti Veda Ega Pratama, Tegaskan 'Feeling' Pembalap Bagus
- 3Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 4Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 5Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 6KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 7Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar




