Pentingnya Berpikir Kritis Dalam Islam Dan Ayat-ayat Yang Terkandung

AKURAT.CO Berpikir kritis adalah kemampuan seseorang dalam menganalisis sesuatu berdasarkan fakta. Hal ini penting dimiliki oleh setiap orang karena menghasilkan banyak manfaat dalam kehidupan.
Menurut agama Islam, berpikir kritis berperan sebagai bagian dari proses mencari kebenaran dan pemahaman terhadap ajaran agama. Selain itu, Islam juga mendorong umatnya untuk menggunakan akal sehat dan bijak dalam menafsirkan Al-Quran dan Hadis.
Orang yang mampu berpikir kritis digolongkan sebagai Ulil Albab, apa itu? Ulil Albab merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut manusia yang berakal.
Baca Juga: Hindari Radikalisasi Berjubah Agama Dengan Berpikir Kritis
Lalu, bagaimana ciri-ciri umat muslim yang berpikir kritis? Simak penjelasan berikut ini.
- Berani mengakui kesalahan
- Tidak terpengaruh dengan berita hoaks yang menimbulkan kebencian
- Dapat berpikir secara terbuka
- Berani menyuarakan kebenaran
- Memiliki jiwa keingintahuan yang tinggi
- Mencari kebenaran tentang suatu hal
- Skeptis
Ayat-ayat Al-Quran Tentang Berpikir Kritis
Menurut beberapa sumber, Rabu (4/10/2023), berpikir kritis dalam Islam tercantum pada ayat-ayat Al-quran yang diturunkan Allah SWT.
Seperti Surat Ali Imran ayat 190 yang berbunyi:
اِنَّ فِىۡ خَلۡقِ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضِ وَاخۡتِلَافِ الَّيۡلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاُولِى الۡاَلۡبَابِ
Artinya: Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal.
Baca Juga: Cerdas Dan Bijak Berpikir Kritis Sebelum Sebarkan Informasi Di Media Sosial
Selain itu, berpikir kritis juga tercantum pada Surat Ali Imran ayat 191 yang berbunyi:
ٱلَّذِينَ يَذْكُرُونَ ٱللَّهَ قِيَٰمًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَٰطِلًا سُبْحَٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ
Artinya: (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.
Selanjutnya ada Surat Yusuf Ayat 105-106 yang berisikan tentang berpikir kritis. Berikut adalah bunyi ayatnya:
وَكَأَيِّن مِّنْ ءَايَةٍ فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ يَمُرُّونَ عَلَيْهَا وَهُمْ عَنْهَا مُعْرِضُونَ
Artinya: Dan banyak sekali tanda-tanda (kekuasaan Allah) di langit dan di bumi yang mereka melaluinya, sedang mereka berpaling dari padanya.
وَمَا يُؤْمِنُ أَكْثَرُهُم بِٱللَّهِ إِلَّا وَهُم مُّشْرِكُونَ
Artinya: Dan sebahagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan sembahan-sembahan lain).
Baca Juga: Partai Politik Harus Mampu Kedepankan Budaya Berpikir Kritis
Dalam Surat Ar Rahman ayat 19-20 mengenai berpikir kritis dengan bunyi ayatnya sebagai berikut:
مَرَجَ ٱلْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيَانِ
Artinya: Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu,
بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لَّا يَبْغِيَانِ
Artinya: Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.
Ayat-ayat tersebut berisikan pesan penting bahwa setiap umat muslim harus memiliki sikap kritis dalam mencari kebenaran. Kemampuan berpikir kritis membuat seorang muslim dapat memahami ajaran agama lebih dalam lagi.[] (Tasya Nurhaliza Putri)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










