Karier dan Profil Roby Tremonti, Aktor yang Diduga Sosok Bobby dalam Buku Broken Strings Karya Aurelie Moeremans

AKURAT.CO Aktor Roby Tremonti kembali menjadi sorotan publik setelah namanya dikaitkan dengan memoar Aurelie Moeremans berjudul Broken Strings: Kepingan Masa Muda yang Patah.
Dalam buku tersebut, Aurelie menceritakan pengalaman kelamnya sebagai korban child grooming oleh seorang pria dengan nama samaran "Bobby".
Publik menduga kuat Roby Tremonti sebagai sosok Bobby karena riwayat hubungan masa lalu mereka dan ciri-ciri yang dijelaskan dalam memoar.
Profil Roby Tremonti
Roby Tremonti adalah seorang aktor dan musisi asal Indonesia yang lahir pada 30 Oktober 1980.
Saat ini, ia berusia 46 tahun. Roby dikenal sebagai penganut agama Katolik dan relatif tertutup mengenai kehidupan pribadinya.
Ia aktif membagikan kegiatan profesionalnya dan sesekali mengunggah potret bersama sang buah hati di akun Instagram pribadinya, @robytremonti.
Perjalanan Karier di Industri Hiburan
Roby Tremonti telah lama berkarier di industri hiburan Indonesia sebagai aktor dan musisi.
Karier Akting
Roby Tremonti mengawali kariernya di dunia akting melalui berbagai sinetron dan FTV. Namanya mulai dikenal luas setelah memerankan karakter Rohmat dalam sinetron populer Amanah Wali 4 hingga musim ke-6.
Beberapa sinetron lain yang pernah dibintanginya antara lain Police 86 (2010), Ogah Rugi (2019-2020), Mencintaimu Sekali Lagi (2025), dan Benci Jadi Bucin (2025).
Selain sinetron, Roby juga melebarkan sayap ke industri perfilman dengan membintangi berbagai genre film, mulai dari drama hingga horor. Filmografinya meliputi:
- Chrisye (2017): Berperan sebagai Jay Subyakto.
- Nagabonar Reborn (2019): Beradu akting dengan Gading Marten.
- Tenung (2025): Film horor garapan Rizal Mantovani, ia berperan sebagai Fial.
- Mama: Pesan dari Neraka (2025): Berperan sebagai anggota mafia.
- BONNIE (2024).
- Kuburan Dipenuhi Buah Busuk (2018): Berperan sebagai Rico.
Roby juga tampil dalam serial web Kupu Malam (2025), perannya sebagai Anton sangat melekat di ingatan penonton hingga ia sering disapa dengan nama karakter tersebut di media sosial.
Karier Musik
Selain berakting, Roby Tremonti juga memiliki kecintaan besar pada dunia musik.
Ia pernah membentuk grup band bernama Matari Band bersama aktor Indra Birowo dan Rendi Haroen.
Pada tahun 2017, Roby juga sempat merilis singel solo berjudul "Hanya Sedetik Saja".
Kini, ia sering memposting kegiatan bermusiknya melalui akun Instagramnya.
Kontroversi dan Dugaan Terkait Memoar Aurelie Moeremans
Nama Roby Tremonti menjadi sorotan publik setelah memoar terbaru Aurelie Moeremans berjudul "Broken Strings: Kepingan Masa Muda yang Patah" menjadi viral.
Dalam buku tersebut, Aurelie secara terbuka menceritakan pengalaman pahitnya sebagai korban child grooming dan relasi manipulatif saat masih remaja, ia menggunakan nama samaran "Bobby" untuk pelaku.
Meskipun Aurelie tidak menyebut nama secara eksplisit, publik dan warganet menduga kuat Roby Tremonti sebagai sosok "Bobby" karena riwayat hubungan masa lalu mereka dan ciri-ciri fisik yang dijelaskan dalam memoar.
Aurelie menceritakan bahwa ia bertemu Bobby di lokasi syuting iklan saat berusia 15 tahun, sementara Bobby berusia sekitar 29-30 tahun.
Awalnya Bobby tampak perhatian, namun kemudian menjadi manipulatif, mengontrol, dan melakukan kekerasan emosional, fisik, dan psikologis.
Roby Tremonti sendiri pernah mengakui adanya hubungan dan pernikahan secara agama dengan Aurelie, meskipun dengan versi cerita yang berbeda.
Aurelie Moeremans membantah kabar pernikahan tersebut dan menyatakan bahwa surat nikah yang mencantumkan namanya dengan Roby adalah palsu dan dikeluarkan secara ilegal.
Hingga saat ini, Roby Tremonti belum memberikan pernyataan langsung yang menanggapi isi memoar Aurelie.
Namun, responsnya di media sosial, termasuk unggahan bernuansa hukum dan pembatasan kolom komentar di Instagram, telah memicu perhatian warganet dan seruan boikot.
Roby bahkan sempat menanyakan melalui AI apakah seseorang yang menulis buku dengan cerita karangan dan tokoh yang disamarkan namun mengandung kebencian bisa dipidanakan, serta apakah publik yang mengecam juga bisa dipolisikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini







