Viral Video Gus Miftah Bagi-bagi Duit kapada Jemaah, Netizen Sebut Perusak NU Tidak Pantas Menjadi Ulama!

AKURAT.CO Baru-baru ini, viral cuplikan video yang memperlihatkan sosok Gus Miftah sedang bagi-bagi duit kepada jemaahnya di di Pamekasan, Jawa Timur, sehingga menjadi sorotan warganet hingga tanda pagar (tagar) Perusak NU atau Nahdlatul Ulama jadi trending.
Akibat rekaman video yang viral tersebut menunjukkan bagaimana Gus Miftah membagikan sejumlah uang kepada pendukung Prabowo-Gibran, yang akhirnya muncul tagar Perusak NU di media sosial yang mengarah pada Gus Miftah.
Sebutan Perusak NU tersebut diunggah oleh akun Umar Al Chelsea di media sosial X, yang membagikan video Gus Miftah melempar uang ke jemaah.
"Hallo Miftah. Benarkah ini video anda? Kalau benar betapa anda sudah merusak jalan Dakwah yang diajarkan oleh Rosul. Jauh dari adab dlm berdakwah. #PerusakNU #NahdlatulUmaro Viralkan ges," tulis Umar Al Chelsea.
Gus Miftah dalam video memakai kaos dan celana hitam, kemudian memperlihatkan uang dengan pecahan Rp50.000 dan Rp100.000 ke arah kameran dan melemparkan uang tersebut ke jemaah.
Umar Al Chelsea menyatakan bahwa tindakan Gus Miftah telah merusak reputasi NU, dan dia menyatakan bahwa Rasulullah SAW dan para ulama NU tidak pernah mengajarkan apa pun yang tidak beradab seperti perilaku Gus Miftah.
"Apa yang engkau lakukan saat ini jelas merusak citra NU. Bagi-bagi duit dan lempar-lempar duit ke jamaah. Rasulullah dan Ulama-ulama NU tak pernah ajarkan hal yang tak beradab ini," kata Umar Al Chelsea, dikutip dari akun X @UmarSyadatHsb_ , Rabu (3/1/2024).
Umar Al Chelsea juga menilai, tindakan Gus Miftah bukan lagi sebagai bagian dari Nahdlatul Ulama, melainkan Nahdlatul Umaro.
Baca Juga: TPN Ganjar-Mahfud Ngadu ke Bawaslu Usai Video Gus Miftah Bagi-bagi Duit kepada Sejumlah Santri Viral
"Anda benar-benar #PerusakNU. Dan anda bukan lagi Nahdlatul Ulama tapi #NahdlatulUmaro," jelasnya.
Dari unggahan Umar Al Chelsea telah meramaikan media sosial dan membuat netizen turut berpendapat mengenai tindakan Gus Miftah yang sangat disayangkan membuat reputasinya disebut Perusak NU.
"Melihat bagaimana Gus Miftah berkampanye sungguh miris sekali. Secara terbuka dan bangga ia mempertontonkan politik sebagai ajang transaksional untuk mendulang dukungan suara. Banyak kyai-kyai NU yang resah melihat perilaku politik Gus Miftah ini," tulis akun Zainul Munas.
“Perbuatan Gus Miftah sudah keterlaluan menghina NU… tapi pengurus NU diam aja… ada apa..??” tulis Mal69 ikut menanggapi.
“Miftah tidak pantas dipanggil Gus, karena seorang Gus itu nasabnya kyai atau ulama terpandang, Miftah lebih pantas disebut preman berkedok,” jelas aku welbajok_523.
“Hallo Miftah, Ulama abal-abal? Memanfaatkan ke-Ulama-an hanya untuk kepentingan politik. Memalukan! #PerusakNU #NahdlatulUmaro,” tulis akun Lucky Binagus.
Tagar Perusak NU semakin viral dan sudah ada 27 ribu lebih unggahan yang menggunakan tagar tersebut.
Itulah penjelasan mengenai tagar Perusak NU yang viral yang tujukan untuk tindakan Gus Miftah yang sudah berlebihan dan dianggap tidak sesuai dengan sosok ulama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK







