Akurat

Apa Itu Met Gala? Ajang Pamer Kostum Hingga Acara Amal Terbesar

| 2 Mei 2023, 11:55 WIB
Apa Itu Met Gala? Ajang Pamer Kostum Hingga Acara Amal Terbesar

AKURAT.CO, Kamu pasti tak asing dengan acara tahunan fashion yang dihadiri oleh banyak artis mancanegara yakni Met Gala. Melihat berbagai kostum mewah nan unik para artis yang hadir mungkin akan membuatmu bertanya-tanya, apa itu Met Gala? 

Melansir laman Vogue, Selasa (2/5/2023), Met Gala adalah acara penggalangan dana tahunan besar yang diselenggarakan di New York untuk The Metropolitan Museum of Art & Costume yang didedikasikan untuk Met's Costume Institute.

Met Gala dan segala kemewahannya tentu selalu dikonotasikan dengan gelaran yang elegan, bergengsi, dan bertabur bintang dan selebriti papan atas. Para tamu undangan akan mengenakan busana dari desainer-desainer terbaik, melenggang di red carpet, sebelum akhirnya memasuki acara utama yang penuh rahasia.

Selain sebagai ajang unjuk kostum, acara ini juga memiliki tujuan lain yaitu menggalang dana untuk departemen kostum dan fashion pada museum tersebut. Acara fashion terbesar ini sudah ada sejak tahun 1948, lho. Berikut sejarah Met Gala hingga bisa dikenal sampai sekarang.

Sejarah Met Gala

Met Gala yang kita kenal sekarang merupakan acara malam terbesar untuk fashion yang dipenuhi dengan selebriti dan tokoh terkenal dunia.

Namun sebelum seperti sekarang, Met Gala berkembang dan mengalami perubahan budaya pada setiap tokoh penting yang ada. Berikut informasi selengkapnya.

Dimulai sejak tahun 1948

Dilansir laman Vogue, Selasa (2/5/2023), acara Met Gala pertama kali didirikan pada tahun 1948 oleh Eleanor Lambert, seorang humas mode fashion Amerika. Eleanor merupakan sosok yang telah meluncurkan New York Fashion Week.

Ia juga memelopori Costume Institute Benefit, pesta jamuan tengah malam. Pada saat didirikan, Met Gala dijadikan sebagai skema dan solusi tempat untuk mengumpulkan uang bagi Costume Institute yang baru didirikan.

Tahun 1970-an

Baru pada awal 1970-an, ketika mantan pemimpin redaksi Vogue, Diana Vreeland bergabung dengan Costume Institute sebagai konsultan, acara tersebut mulai mengambil bentuk Met Gala yang kita kenal sekarang.

Tujuan awal adanya Met Gala adalah menggalang dana untuk Costume Institute, sebagai perayaan pembukaan untuk pameran tahunannya. Lalu, setelah Met Gala, pameran tersebut ada di museum selama beberapa bulan.

Acara ini mengalami pergeseran budaya ketika Vreeland ditunjuk sebagai konsultan Institut Kostum. Di mana, dirinya seolah mengubah tempat Met Gala menjadi Museum Seni Metropolitan dan menambahkan tema gala.

Vreeland sangat berpengaruh dalam menciptakan tema pesta Met Gala. Sebut saja "The World of Balenciaga" pada tahun 1973 dan "Vanity Fair" pada tahun 1977.

Disebutkan dalam laman Iconic Life, hingga tahun 1971, Met Gala diadakan setiap tahun pada bulan Desember di empat-tempat di New York. Misalnya, Central Park, Waldorf Astoria, hingga Rainbow Room di Rockefeller Center.

Sehingga saat ini, setiap tahunnya Met Gala mengusung tema tertentu. Di mana, para undangan tamu yang hadir pada acara tersebut harus memakai kostum sesuai dengan tema.

Bisa dibilang Vreeland merangkul kekuatan budaya pop dan selebritas, yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari The Met Gala saat ini. Sejak saat itu juga, acara Met Gala menjadi lebih terkait dengan budaya populer dengan publisitas dan liputan pers yang sangat luar biasa.

Tahun 1990-an hingga sekarang

Pada era 90-an, Met Gala terus berkembang dengan tema tentang pameran Gianni Versace, Christian Dior, ataupun Vreeland. Dalam hal ini, Anna Wintour menjadi Pemimpin Redaksi Vogue yang menjadi tuan rumah The Met Gala Tahun 1996 dan 1997.

Kemudian, pada tahun 1999 Anna Wintour berhasil menjadi ketua sampai sekarang. Di sini, Wintour membawa nuansa baru dengan menciptakan pemandangan meja dan merangkul kekuatan di balik Vogue pada Met Gala.

Dilansir Women's Wear Daily, Wintour juga menyetujui apa yang dikenakan tamu terkenal yang datang dari desainer, dan menolak tamu pilihan sponsor demi orang lain.

Saat ini, Anna Wintour memegang tanggung jawab untuk mengawasi manfaat, daftar tamu, tema, hingga kerja sama pihak dengan Met Gala setiap tahunnya.

Hingga sekarang, Met Gala pun menjadi "taman bermain" bagi para selebriti dan desainer kondang dunia untuk bisa memamerkan gaya dan penampilan se-spektakuler mungkin.

Acara tersohor ini sukses menggalang dana untuk mendanai The Costume Institute di Metropolitan Museum of Arts. Setiap tahunnya, belasan juta dolar AS berhasil dikumpulkan. 

Melasir laman Associated Press, tahun ini, dengan tema In America: An Anthology of Fashion dan dress code “Gilded Glamour,” Met Gala berhasil mencetak rekor dengan mengumpulkan USD 17,4 juta.

Tiket masuk Met Gala

Artis yang menghadiri Met Gala 2023 (Instagram/BBC)

Lalu berapa harga yang harus dibayar jika kamu ingin menghadiri acara Met Gala ini?

Meski terkesan seperti penggalangan dana, nyatanya Met Gala tak sembarangan dalam memilih undangan yang hadir, lho.

Bahkan sekalipun kamu mampu membayar tiket masuk, kamu masih harus melalui beberapa tahapan lagi untuk bisa menghadiri perhelatan akbar Met Gala ini.

Dilansir dari laman Vogue, tiket Met Gala pada tahun 1948 seharga 50 Dollar AS, tepat ketika humas Eleanor Lambert memberi ide untuk menjadi tuan rumah pesta penggalangan dana besar untuk Costume Institute.

Di tahun 2019 silam, tiket Met Gala dilaporkan seharga sekitar 35 ribu Dollar AS per orang atau setara dengan Rp478 juta.

Bahkan perusahaan Apple pernah membeli meja Met Gala seharga 200 ribu Dollar AS sampai dengan 300 ribu Dollar AS.

Wah, sangat fantastis sekali ya! Lalu acara apa saja yang ditawarkan Met Gala sehingga tiket masuknya begitu mahal?

Dengan harga yang fantastis tersebut, para tamu undangan akan dilayani bagaikan ratu dan raja dengan pakaian mewah dan unik sesuai dengan tema Met Gala.

Karena Met Gala merupakan pameran mode, ketika para undangan tiba di karpet merah biasanya akan menjelajahi galeri terlebih dahulu.

Nah, itulah sejarah awal mula acara Met Gala. Bagaimana kamu tertarik untuk menghadirinya?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.