Mbok Yem Turun Gunung dengan Tandu untuk Rayakan Lebaran Bersama Keluarga

AKURAT.CO, Legenda Gunung Lawu, Mbok Yem akhirnya turun gunung untuk merayakan lebaran. Ia mudik dari puncak Gunung Lawu dengan ditandu oleh beberapa pria pada Rabu (27/4/2022).
Seperti kebanyakan orang yang mudik untuk merayakan lebaran di kampung halaman, begitu juga Mbok Yem, bedanya dirinya mudik dari atas gunung.
Sebuah video yang diunggah kembali oleh akun Instagram @magetanbanget menunjukan Mbok Yem yang mengenakan gamis hitam dan jilban berwarna merah itu duduk di atas tandu. Setidaknya ada dua pria yang memikul tandu di bagian depan dan belakang, serta pria lainnya mengiringi tandu Mbok Yem.
View this post on Instagram
Pada unggahan Instagram tersebut tertulis keterangan "Mbok Yem akhirnya turun gunung untuk merayakan lebaran bersama keluarganya di kampung halamannya di Magetan". Para pria itu juga terlihat sangat hati-hati saat membawa Mbok Yem yang terduduk di tandu sederhana yang terbuat dari kayu dan bambu serta digabung dengan kursi kecil.
Mbok Yem adalah seorang penjual makanan, uniknya ia berjualan di puncak gunung dan menjadi primadona. Ia memang sudah sangat dikenal terutama di kalangan para pendaki. Ia tinggal di puncak gunung dan mendapat pasokan logistik sehari-hari yang diantar oleh orang dari bawah gunung.
Mbok Yem menyediakan berbagai makanan bagi para pendaki yang malas memasak sendiri di puncak Gunung Lawu. Sosoknya memang selalu menjadi perbincangan oleh pendaki gunung yang kerap menjumpai warung Mbok Yem ini.
Menurut informasi yang dihimpun, Mbok Yem memang biasa turun gunung jika akan lebaran. Hal itu diungkap oleh Koordinator Relawan Cetho, Gunung Lawu, Sunardi.
"Itu Mbok Yem, pedagang di Argo Dumilah kalau mau Idul Fitri memang turun gunung untuk lebaran," ujarnya.
Tandu yang membawa Mbok Yem itu melalui jalur pendakian Cemoro Sewu. Dikarenakan usianya yang sudah tua maka ia dibawa dengan cara ditandu. Namun pada tahun-tahun sebelumnya, Mbok Yem turun gunung sendiri tanpa menggunakan tandu. Selain hari raya, Mbok Yem akan pulang jika ada acara keluarga. Medan yang berat dan terjal juga yang mengharuskan dirinya tinggal di atas gunung.
Warung Mbok Yem adalah satu-satunya warung yang ada di puncak Gunung Lawu. Tak main-main meski di puncak gunung Mbok Yem ini menjual nasi pecel yang menjadi langganan para pendaki.
Kepulangan Mbok Yem dari puncak Lawu itu mendapat banyak respon dari warganet. Tak sedikit pula warganet yang mendoakan agar Mbok Yem dan para pengangkut tandu selalu diberikan kesehatan. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





