Akurat Logo

Dukung Asta Cita Prabowo, Green Nagan Dorong Ekonomi Syariah dan UMKM Perkuat Kemandirian Aceh

Moehamad Dheny Permana | 2 November 2026, 16:57 WIB
Dukung Asta Cita Prabowo, Green Nagan Dorong Ekonomi Syariah dan UMKM Perkuat Kemandirian Aceh
Diskusi bertajuk “Ekonomi Syariah dan Kemandirian Daerah Istimewa” itu berlangsung di Green Nagan Cafe dan Resto.

AKURAT.CO Penguatan ekonomi syariah dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dinilai dapat menjadi salah satu penggerak kemandirian ekonomi daerah.

Gagasan tersebut mengemuka dalam diskusi publik yang digelar Forum Green Nagan di Kabupaten Nagan Raya, Aceh.

Diskusi bertajuk “Ekonomi Syariah dan Kemandirian Daerah Istimewa” itu berlangsung di Green Nagan Cafe dan Resto.

Kegiatan tersebut diikuti pelajar, mahasiswa, dan pelaku UMKM untuk membahas peluang penerapan prinsip ekonomi syariah dalam aktivitas usaha, pengelolaan keuangan, serta pemberdayaan masyarakat.

Direktur Green Nagan, Ihsan Satria, mengatakan diskusi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda dan pelaku UMKM mengenai peran ekonomi syariah dalam pembangunan daerah.

"Momentum dua tahun Asta Cita ini menjadi kesempatan bagi kita untuk melihat bagaimana agenda pembangunan nasional dapat diterjemahkan menjadi gerakan nyata di daerah. Kami ingin mendorong generasi muda dan pelaku UMKM agar semakin memahami ekonomi syariah, bukan hanya sebagai konsep, tetapi sebagai prinsip yang bisa diterapkan dalam kegiatan ekonomi sehari-hari," kata Ihsan.

Menurut Ihsan, arah pembangunan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan kemandirian ekonomi dan pemberdayaan masyarakat dapat menjadi momentum bagi daerah, termasuk Aceh, untuk mengoptimalkan potensi lokal.

"Di era pemerintahan Presiden Prabowo, peluang pengembangan ekonomi syariah dan kemandirian daerah semakin terbuka. Kami mengapresiasi arah pembangunan yang mendorong kemandirian ekonomi, penguatan UMKM, serta pemerataan kesejahteraan. Harapannya, berbagai agenda tersebut dapat diwujudkan secara optimal hingga menyentuh masyarakat di daerah," ujarnya.

Ihsan menilai ekonomi syariah memiliki potensi untuk dikembangkan di Aceh.

Menurut dia, ekonomi syariah tidak hanya berkaitan dengan sistem keuangan, tetapi juga mencakup nilai keadilan, transparansi, dan kebermanfaatan dalam kegiatan ekonomi.

"Aceh memiliki kekhususan dan potensi besar dalam pengembangan ekonomi syariah. Karena itu, perlu keterlibatan semua pihak, terutama anak muda dan pelaku usaha, untuk membangun ekonomi daerah yang mandiri, produktif, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat," tuturnya.

Dia menambahkan, pengembangan ekonomi syariah membutuhkan kolaborasi pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat.

Kolaborasi tersebut diperlukan agar potensi daerah dapat diolah menjadi kegiatan ekonomi produktif yang memberikan nilai tambah.

Selain penguatan UMKM, Ihsan menyebut optimalisasi lembaga pengelola dana umat dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi daerah.

Menurutnya, forum diskusi tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat menerjemahkan gagasan kemandirian ekonomi menjadi langkah konkret.

Pembahasan itu juga dikaitkan dengan agenda Asta Cita, terutama penguatan kewirausahaan, pemerataan kesejahteraan, dan pembangunan dari bawah.

Baca Juga: Aprindo Gelar Hari Ritel Nasional 2026, Produk UMKM Didorong Masuk Pasar Global

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.