Menteri Teuku Dorong Ekonomi Kreatif Berbasis Data dan Kompetensi

AKURAT.CO Pemerintah menyiapkan tiga inisiatif untuk memperkuat pengembangan ekonomi kreatif nasional, mulai dari pemetaan ekosistem berbasis data, penyusunan proyeksi sektor kreatif, hingga peningkatan kompetensi tenaga kerja.
Langkah tersebut diumumkan Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, saat menutup World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Ketiga inisiatif itu meliputi Creative Economy Data Model (CEDM), Indonesia Creative Economy Outlook 2026–2027 dan Ekraf Academy.
Baca Juga: Wamenekraf Minta Pelaku Usaha Tak Terjebak Perang Harga: Fokus pada Otensitas Produk
Pemerintah mengembangkan CEDM bersama Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia (WIPO), menyusun outlook bersama Katadata, serta menggandeng Indonesia Creative Cities Network (ICCN), asosiasi, lembaga sertifikasi profesi, dan perguruan tinggi untuk penguatan kompetensi sumber daya manusia.
Riefky mengatakan ketiga inisiatif tersebut diharapkan dapat memperkuat perumusan kebijakan sekaligus mendorong pengembangan ekonomi kreatif yang lebih merata di berbagai daerah.
“Tiga inisiatif ini akan menjadikan pengetahuan menjadi tindakan, dan memperkuat ekonomi kreatif dari daerah, yang berkaitan dengan Jakarta Vision. Mari kita menjadikan pengetahuan menjadi tindakan, kreatif menjadi kesempatan, dan kolaborasi menjadi kemakmuran bersama,” kata Riefky.
Salah satu inisiatif yang disiapkan adalah CEDM, sebuah model untuk memetakan kondisi dan kebutuhan ekosistem ekonomi kreatif. Model ini mencakup tiga dimensi, yakni lingkungan bagi kreativitas, sumber daya pendukung kreativitas, serta nilai kreatif.
Pemetaan tersebut meliputi sejumlah aspek, antara lain perlindungan kekayaan intelektual, tata kelola, kondisi sosial budaya, infrastruktur, pembiayaan, akses pasar, hingga kontribusi sosial dan ekonomi.
Hasilnya diharapkan dapat membantu pemerintah dan pemangku kepentingan mengidentifikasi potensi serta hambatan yang dihadapi pelaku ekonomi kreatif.
Data yang dihasilkan juga diharapkan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan dan program pengembangan sektor kreatif. Namun, manfaatnya akan bergantung pada kualitas data yang dihimpun, pembaruan secara berkala, serta pemanfaatannya dalam pengambilan keputusan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prancis Terbuka: Ganda Putra Indonesia Menggila, Leo/Daniel dan Raymond/Joaquin Melesat ke Perempat Final
- 2Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 3Megawati Hangestri Dapat Julukan Baru dari Media Korea, Apa Artinya?
- 4Prediksi Skor Napoli vs Roma 24 Oktober 2026: Derby del Sole Diprediksi Sengit
- 5Netanyahu: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel, Tinggal Menunggu Waktu
- 650 Contoh Ucapan Hari Santri 2026 Terbaru, Singkat dan Penuh Makna
- 7Pemecatan Michael Carrick Mulai Disuarakan, Ada 'Monster' Sulit Dijinakkan di Tubuh MU?
- 8Hasil dan Klasemen Liga Champions: Como Tenggelamkan MU, Real Madrid Merangsek ke 3 Besar
- 9KPK Sita BMW Milik Richard Erlangga dalam Korupsi BNPB, Total Ada Empat Mobil
- 10KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot







