BSI Genjot Pembiayaan ke UMKM Modest Fashion

AKURAT.CO Industri modest fashion tidak hanya soal merek pakaian yang tampil di hadapan konsumen. Di balik satu produk fesyen terdapat rantai usaha yang melibatkan penjahit, konveksi, pengrajin, pemasok bahan baku, distributor hingga pemilik brand.
Rantai usaha tersebut kini menjadi salah satu sasaran PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dalam memperluas pembiayaan dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Hingga saat ini, BSI menyebut telah menyalurkan pembiayaan kepada sekitar 350 ribu nasabah UMKM dengan total pembiayaan mencapai Rp53 triliun.
Baca Juga: Subsidi Energi 2027 Dipatok Rp272,95 Triliun, Ini Penjelasan Kementerian ESDM
Selain pembiayaan, BSI juga mencatat sebanyak 6.037 UMKM telah mendapatkan pembinaan melalui empat BSI UMKM Center. Program tersebut mencakup pelatihan, inkubasi bisnis hingga pengembangan kapasitas usaha.
Data tersebut menjadi penting karena strategi pembiayaan BSI tidak hanya diarahkan kepada pemilik merek atau pelaku usaha yang berada di sisi hilir. Perseroan juga membidik pelaku usaha yang menopang proses produksi.
Senior Vice President PT Bank Syariah Indonesia Tbk, Rima Dwi Permatasari mengatakan, perkembangan industri modest fashion perlu diikuti dengan penguatan seluruh pelaku usaha yang berada di dalam rantai nilainya.
"BSI percaya bahwa kemajuan industri modest fashion tidak hanya diukur dari berkembangnya sebuah brand, tetapi juga dari tumbuhnya seluruh pelaku dalam rantai nilai industri," kata Rima dalam keterangan tertulis, Selasa (25/8/2026).
Dalam rantai tersebut, pemilik brand membutuhkan konveksi untuk memproduksi pakaian. Konveksi membutuhkan penjahit, sementara seluruh proses produksi bergantung pada ketersediaan bahan baku dan berbagai komponen pendukung lainnya.
Artinya, persoalan permodalan yang dialami satu pelaku usaha dapat berpengaruh terhadap pelaku lain dalam rantai yang sama.
BSI kemudian menggunakan pendekatan end-to-end ecosystem atau ekosistem 360 derajat. Pembiayaan ditempatkan sebagai salah satu bagian dari dukungan, bersama dengan digitalisasi transaksi, pengelolaan keuangan, literasi, pendampingan usaha serta akses pasar.
Pendekatan ini juga membuat pemberdayaan UMKM tidak berhenti pada pemberian modal.
Pelaku usaha didorong untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan bisnis dan kapasitas produksi agar dapat berkembang dari skala mikro menuju usaha dengan kapasitas yang lebih besar.
Rima menilai akses pembiayaan menjadi salah satu kebutuhan penting bagi pelaku usaha yang berada di sepanjang rantai produksi modest fashion.
Tidak semua pelaku usaha memiliki kapasitas permodalan yang sama. Penjahit atau konveksi skala kecil, misalnya, membutuhkan modal kerja untuk membeli bahan, memenuhi pesanan dan menjaga kapasitas produksi ketika permintaan meningkat.
Karena itu, penguatan ekosistem tidak cukup hanya dengan memperbesar transaksi di tingkat brand dan konsumen.
BSI juga menggandeng BSI Maslahat dalam pemberdayaan pelaku usaha mikro, termasuk penjahit dan konveksi yang masih menghadapi keterbatasan akses permodalan.
Dukungan tersebut diberikan melalui bantuan permodalan, pendampingan usaha dan peningkatan kompetensi.
Dengan pola tersebut, pembiayaan diarahkan agar pelaku usaha mikro tidak hanya mendapatkan tambahan modal, tetapi juga memiliki kapasitas untuk bertahan dan meningkatkan skala bisnis.
Strategi tersebut turut dibawa BSI melalui keterlibatannya sebagai Official Bank Partner Indonesia Fashion Aesthetics (IFA) Archipelago Kalimantan Selatan 2026.
Namun, bagi perseroan, ajang tersebut tidak semata menjadi ruang promosi modest fashion. Rima melihat kegiatan tersebut sebagai ruang untuk mempertemukan pelaku usaha dan membuka peluang kolaborasi dalam ekosistem halal.
Kolaborasi antara pemilik brand, produsen, komunitas dan konsumen menjadi bagian dari rantai yang ingin diperkuat.
Rima berharap hubungan bisnis yang terbentuk melalui kegiatan tersebut dapat berlanjut menjadi kerja sama usaha, akses pasar maupun peluang pembiayaan.
Dengan demikian, industri modest fashion tidak hanya dilihat dari jumlah brand yang muncul atau transaksi yang terjadi di tingkat konsumen.
Ada pula persoalan kapasitas produksi, akses modal dan kemampuan pelaku usaha di sepanjang rantai nilai untuk memenuhi permintaan pasar.
Selain pelaku usaha, Rima melihat perempuan dan komunitas perempuan memiliki peran dalam perkembangan pasar modest fashion.
Hubungan antara produsen, pemilik brand, komunitas dan konsumen menjadi bagian dari ekosistem yang ingin dibangun melalui berbagai kolaborasi.
Dalam kerangka yang lebih luas, BSI menempatkan pengembangan modest fashion sebagai bagian dari Islamic Ecosystem, yakni upaya menghubungkan sektor keuangan syariah dengan industri halal.
Perseroan menyatakan penguatan ekosistem tersebut diarahkan agar pertumbuhan industri tidak hanya terkonsentrasi pada pelaku usaha di hilir, tetapi juga memberikan ruang bagi usaha mikro yang berada di sisi produksi.
"Karena itu, kami akan terus hadir sebagai mitra strategis yang menghubungkan pembiayaan, pemberdayaan, digitalisasi, dan akses pasar agar industri halal Indonesia semakin kuat dan mampu bersaing di tingkat global," ujar Rima.
Rima menyatakan BSI akan melanjutkan kolaborasi untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha, memperluas akses pasar dan memperkuat daya saing industri modest fashion nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun
- 10Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara









