80 Ribu Kopdes Merah Putih Siap Meluncur, Zulhas Tekankan Tata Kelola

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyampaikan pencapaian signifikan dalam program strategis nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih).
Hingga 30 Mei 2025, sebanyak 80 ribu koperasi telah terbentuk di seluruh Indonesia, melampaui target yang ditetapkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Dalam tempo yang sangat singkat, 80 ribu koperasi sudah terbentuk. Dari total 83 ribu desa, target Presiden hanya 80 ribu. Jadi sekarang kita sudah mencapai angka tersebut,” kata Zulhas saat membuka Kick Off Pelatihan Capacity Building Sumber Daya Manusia dan Penguatan Kelembagaan Kopdes Merah Putih di Jakarta, Rabu (25/6/2025).
Zulhas, yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Koperasi Merah Putih, menegaskan bahwa pembentukan koperasi ini merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo untuk memperkuat ekonomi desa melalui pendekatan kelembagaan yang inklusif dan berbasis masyarakat.
Baca Juga: Presiden Prabowo Bakal Resmikan Kopdes Merah Putih pada Juli 2025
Menurutnya, keberadaan koperasi bukan hanya sebatas angka atau legalitas hukum, melainkan harus ditopang oleh sistem tata kelola yang baik dan sumber daya manusia yang kompeten.
Oleh karena itu, pelatihan dan penguatan kapasitas SDM menjadi bagian penting dari keseluruhan strategi implementasi program.
“Sampai hari ini, kira-kira 64 hingga 65 ribu koperasi sudah memiliki legalitas hukum dari Kementerian Hukum. Kami targetkan pada 30 Juni 2025, seluruh koperasi yang terbentuk akan resmi berbadan hukum,” jelas Zulhas.
Untuk mendukung pengembangan koperasi secara optimal, pemerintah juga tengah menyiapkan mock-up atau model koperasi percontohan yang akan diluncurkan secara nasional.
Model ini diharapkan menjadi acuan bagi Kopdes lainnya dalam menjalankan usaha dan mengelola keuangan secara profesional.
Lebih lanjut, Zulhas menekankan bahwa pembiayaan bagi koperasi tidak akan bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sebaliknya, koperasi diharapkan mampu menyusun proposal usaha secara mandiri guna mendapatkan akses pendanaan dari lembaga keuangan.
“Ini bukan dana APBN. Koperasi nanti akan diberikan plafon pinjaman. Misalnya jika ingin jadi agen sembako, koperasi harus membuat proposal bisnisnya, termasuk sistem pengelolaannya. Semua ini penting karena menentukan keberlanjutan koperasi itu sendiri,” ujar Zulhas.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk Bank Mandiri, yang telah ikut serta dalam program pelatihan pengelola Kopdes di tingkat desa dan kelurahan.
Kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci sukses dalam membangun koperasi yang sehat dan berdaya saing.
Zulhas meyakini bahwa dengan pembinaan yang tepat dan manajemen yang kuat, Kopdes Merah Putih akan menjadi motor penggerak utama dalam menggerakkan ekonomi lokal.
Selain memberikan akses permodalan, koperasi juga dapat menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan warga desa.
“Keberhasilan program ini sangat tergantung pada kualitas manusianya. SDM yang baik akan menciptakan koperasi yang sehat dan produktif. Kita tidak bisa hanya mengandalkan dokumen legal, tetapi juga harus membangun kompetensi dan integritas,” tutupnya.
Peluncuran resmi program Kopdes Merah Putih sendiri direncanakan akan dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 19 Juli 2025, usai kunjungan kenegaraannya ke luar negeri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










