Akurat

HIPMI Minta Pemerintah Dukung Kelas Menengah Jadi Motor Ekonomi Baru

Demi Ermansyah | 10 Juni 2025, 19:40 WIB
HIPMI Minta Pemerintah Dukung Kelas Menengah Jadi Motor Ekonomi Baru

AKURAT.CO Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) meminta pemerintah memberikan afirmasi kebijakan yang berpihak pada pelaku usaha kelas menengah.

Pasalnya, kelompok ini dinilai dapat menjadi penggerak baru pertumbuhan ekonomi nasional apabila diberi ruang berkembang.

Menurut Ketua Umum Badan Pengurus Pusat HIPMI, Akbar Himawan Buchari menyampaikan, saat ini kelas menengah di Indonesia hanya mencakup sekitar 17% populasi, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Angka ini jauh tertinggal dibanding negara-negara seperti China dan Amerika Serikat, yang mencapai kisaran 50 hingga 60%.

“Kita selama ini hanya fokus pada afirmasi bagi usaha kecil. Tapi teman-teman kelas menengah justru kurang disentuh. Padahal mereka punya potensi besar untuk tumbuh menjadi pengusaha besar,” ujar Akbar dalam acara peringatan Hari Kewirausahaan Nasional di Jakarta Selatan, Selasa (10/6/2025).

Baca Juga: Hipmi Respons Isu Tambang di Raja Ampat: Waspada Kampanye Asing Berkedok Lingkungan

Menurut Akbar, pelaku usaha kelas menengah memerlukan dukungan konkret berupa akses pembiayaan, kebijakan fiskal yang akomodatif, hingga perlindungan usaha dari dampak ekonomi global. Hal ini diperlukan untuk mendorong mereka naik kelas dan bersaing di pasar lebih luas.

Ia menekankan, perhatian pada kelas menengah bukan berarti mengesampingkan usaha mikro dan kecil. Namun, afirmasi yang lebih seimbang diperlukan agar ekosistem wirausaha di Indonesia bisa berkembang secara holistik.

Akbar juga mengingatkan bahwa peningkatan jumlah kelas menengah akan berbanding lurus dengan peningkatan konsumsi domestik dan stabilitas ekonomi nasional.

Baca Juga: Hipmi Harap Transformasi BUMN Bisa Libatkan UMKM

“Ini momentum untuk mendorong ekonomi berbasis kewirausahaan. Saatnya kelas menengah diberi ruang,” ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.