HIPMI Minta Pemerintah Dukung Kelas Menengah Jadi Motor Ekonomi Baru

AKURAT.CO Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) meminta pemerintah memberikan afirmasi kebijakan yang berpihak pada pelaku usaha kelas menengah.
Pasalnya, kelompok ini dinilai dapat menjadi penggerak baru pertumbuhan ekonomi nasional apabila diberi ruang berkembang.
Menurut Ketua Umum Badan Pengurus Pusat HIPMI, Akbar Himawan Buchari menyampaikan, saat ini kelas menengah di Indonesia hanya mencakup sekitar 17% populasi, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Angka ini jauh tertinggal dibanding negara-negara seperti China dan Amerika Serikat, yang mencapai kisaran 50 hingga 60%.
“Kita selama ini hanya fokus pada afirmasi bagi usaha kecil. Tapi teman-teman kelas menengah justru kurang disentuh. Padahal mereka punya potensi besar untuk tumbuh menjadi pengusaha besar,” ujar Akbar dalam acara peringatan Hari Kewirausahaan Nasional di Jakarta Selatan, Selasa (10/6/2025).
Baca Juga: Hipmi Respons Isu Tambang di Raja Ampat: Waspada Kampanye Asing Berkedok Lingkungan
Menurut Akbar, pelaku usaha kelas menengah memerlukan dukungan konkret berupa akses pembiayaan, kebijakan fiskal yang akomodatif, hingga perlindungan usaha dari dampak ekonomi global. Hal ini diperlukan untuk mendorong mereka naik kelas dan bersaing di pasar lebih luas.
Ia menekankan, perhatian pada kelas menengah bukan berarti mengesampingkan usaha mikro dan kecil. Namun, afirmasi yang lebih seimbang diperlukan agar ekosistem wirausaha di Indonesia bisa berkembang secara holistik.
Akbar juga mengingatkan bahwa peningkatan jumlah kelas menengah akan berbanding lurus dengan peningkatan konsumsi domestik dan stabilitas ekonomi nasional.
Baca Juga: Hipmi Harap Transformasi BUMN Bisa Libatkan UMKM
“Ini momentum untuk mendorong ekonomi berbasis kewirausahaan. Saatnya kelas menengah diberi ruang,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 8Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini








