AKURAT.CO Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman bersama Menteri Ketenagakerjaan Yassierli sepakat untuk memanfaatkan Balai Latihan Kerja (BLK) guna mencetak lebih banyak wirausahawan berkualitas di Indonesia.
Menurut Maman, langkah ini merupakan strategi besar untuk mengoptimalkan fasilitas yang sudah ada, sehingga bisa lebih bermanfaat bagi pengusaha kecil dan menengah yang ingin naik kelas.
“Kami ingin membangun kolaborasi yang saling melengkapi. Apa yang tidak kami miliki, ada di Kementerian Ketenagakerjaan, begitu juga sebaliknya. Alhamdulillah, dari pertemuan ini lahir ide besar, yakni pemanfaatan fasilitas balai-balai pelatihan yang ada di bawah koordinasi Kemenaker untuk mendukung pengusaha UMKM di seluruh Indonesia,” ujar Maman dalam pertemuan di Gedung SMESCO Indonesia, Jakarta, Sabtu (1/2/2025).
Dengan jumlah BLK yang mencapai hampir 4.000 unit di seluruh Indonesia, Maman yakin fasilitas ini bisa menjadi “senjata baru” untuk mencetak wirausaha yang tangguh.
Salah satu program utama dalam kerja sama ini adalah pelatihan kewirausahaan serentak di seluruh Indonesia. Target awalnya, antara 5.000 hingga 10.000 pengusaha UMKM akan mendapatkan pelatihan dalam berbagai bidang, mulai dari produksi, manajemen usaha, hingga strategi pemasaran.
Pelatihan ini akan menggunakan fasilitas BLK yang dikelola oleh Kementerian Ketenagakerjaan dan akan didukung dengan modul khusus yang disusun agar lebih mudah dipahami oleh para calon wirausaha.
“Kami ingin realisasinya tidak berlarut-larut, dalam tiga bulan ke depan kita akan memulai dengan pilot project,” tegas Maman.
Selain pelatihan, kedua kementerian juga berencana mengintegrasikan program rumah produksi bersama dan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) dengan infrastruktur BLK yang sudah ada. Dengan begitu, UMKM bisa lebih mudah mengembangkan usaha mereka tanpa perlu membangun infrastruktur baru.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menilai langkah ini bisa menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi masalah ketenagakerjaan.
“Kewirausahaan harus terus ditumbuhkan agar lahir wirausaha baru yang mampu menyerap tenaga kerja. Kami menyadari bahwa kolaborasi dengan kementerian lain, termasuk Kementerian UMKM, sangat penting dalam mewujudkan hal ini,” katanya.
Melalui kerja sama ini, diharapkan UMKM bisa lebih siap menghadapi tantangan zaman dan memiliki daya saing yang lebih tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK









