Wajah Imlek 2026 di PIK: Dari Chongqing Futuristik, Kuda Api Raksasa, hingga Naga Terpanjang

AKURAT.CO Pantai Indah Kapuk (PIK) menyambut Imlek 2026 dengan konsep yang digarap serius dan berkarakter.
Tiga destinasi tampil dengan identitas berbeda: Black Owl menghadirkan nuansa Tiongkok futuristik ala Chongqing, Mimi Livehouse dengan instalasi Kuda Api raksasa yang teatrikal, serta Dragon Point 2 yang menampilkan naga terpanjang di Indonesia sebagai ikon swafoto keluarga.
Black Owl: Dinner Bisnis dalam Atmosfer Chongqing Modern
Black Owl memadukan desain oriental dan sentuhan urban kontemporer.
Gerbang lampion merah menjadi pintu masuk menuju ruang utama yang dramatis.
Immersive room dengan tata cahaya serta visual interaktif menghadirkan pengalaman bersantap yang sinematik.
Menu spesial Imlek menjadi bagian dari keseluruhan konsep. Yusheng disajikan untuk ritual toss yang melambangkan harapan dan keberuntungan.
Sementara dragon wine dituangkan melalui instalasi kepala naga yang atraktif, menciptakan pengalaman visual sekaligus percakapan.
Program Lucky Angpao tersedia dengan minimal transaksi Rp1.000.000 saat jam makan siang dan malam, diperkuat live music yang menjaga suasana tetap elegan.
Baca Juga: Pembunuhan di Kampung Gajah
Richard Santoso (34), seorang entrepreneur yang menjamu kliennya, memilih Black Owl karena konsepnya yang eksklusif.
“Saya sengaja pilih tempat ini untuk dinner meeting. Suasananya premium tapi tetap festive. Dragon wine-nya jadi conversation starter yang menarik,” ujarnya.
Baginya, Imlek bukan hanya perayaan keluarga, tetapi juga momentum mempererat relasi dalam atmosfer berkelas.
Baca Juga: Pembunuhan di Kampung Gajah
Mimi Livehouse: Energi Generasi Muda dan Euforia Kuda Api
Berbeda dengan Black Owl yang intim dan premium, Mimi Livehouse tampil lebih enerjik dan ekspresif. Instalasi Kuda Api raksasa dengan garis cahaya merah menyala menjadi pusat perhatian, terutama saat malam hari.
Patung monumental tersebut merepresentasikan Tahun Kuda Api dan menjadi latar foto favorit pengunjung.
Mimi Livehouse juga menghadirkan limited angpao edisi shio Kuda Api, live performance, serta pengalaman mengenakan hanfu lengkap dengan riasan ala putri kerajaan Tiongkok.
Stephanie Kurniawan (23), mahasiswa desain yang datang bersama teman-temannya, mengaku tertarik pada kekuatan visualnya.
“Kuda apinya megah banget, vibes-nya bold dan artsy. Aku juga coba pakai hanfu, rasanya seperti masuk ke set film Tiongkok,” katanya.
Bagi Stephanie, Imlek kali ini menjadi ruang ekspresi diri sekaligus pengalaman visual yang layak dibagikan di media sosial.
Dragon Point 2: Momen Keluarga di Bawah Naga Terpanjang
Sementara itu, Dragon Point 2 menghadirkan simbol klasik Imlek melalui instalasi naga yang diklaim sebagai yang terpanjang di Indonesia.
Tubuh naga membentang dengan detail sisik dan lekukan yang dramatis, menciptakan latar monumental bagi pengunjung.
Area ini dipadati keluarga yang ingin mengabadikan momen bersama. Skala instalasi yang besar menghadirkan kesan megah tanpa harus bepergian ke luar negeri.
Lily Tan (41), yang datang bersama dua anaknya, sengaja memilih lokasi ini untuk foto keluarga.
Baca Juga: Wamen Ekraf Tinjau Kolaborasi Brand Lokal Jelang Imlek Festival Nasional 2026
“Anak-anak langsung excited lihat naganya. Besar sekali dan detailnya bagus. Kami bisa foto keluarga dengan latar yang benar-benar khas Imlek,” ujarnya.
Baginya, Imlek adalah tentang kebersamaan dan tradisi yang diwariskan lintas generasi.
Tiga destinasi ini menunjukkan bahwa PIK mengkurasi Imlek 2026 dengan pendekatan berlapis.
Black Owl menawarkan dining futuristik dan eksklusif, Mimi Livehouse menghadirkan hiburan penuh energi dengan simbol Kuda Api yang dramatis, sementara Dragon Point 2 menjadi ikon monumental bagi keluarga.
Perayaan kali ini tidak sekadar soal dekorasi, melainkan tentang pengalaman yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengunjung—mulai dari relasi bisnis, ekspresi gaya hidup, hingga momen kebersamaan keluarga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









