Akurat

DPR Apresiasi Pembangunan Masjid Al-Ikhlas PIK 2: Perkuat Wisata Religi dan Toleransi

Ahada Ramadhana | 6 Februari 2026, 19:12 WIB
DPR Apresiasi Pembangunan Masjid Al-Ikhlas PIK 2: Perkuat Wisata Religi dan Toleransi

AKURAT.CO Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, mengapresiasi peresmian Masjid Al-Ikhlas di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 yang dinilai memperkuat konsep wisata religi berbasis toleransi dan keberagaman di kawasan tersebut.

Evita menilai, pembangunan Masjid Al-Ikhlas tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari pengembangan kawasan yang mengakomodasi seluruh pemeluk agama.

“Di PIK ini tidak hanya ada masjid, tapi juga gereja dan kuil. Ini menunjukkan bahwa keberagaman benar-benar dihadirkan. Tidak hanya satu agama saja, tapi semuanya,” ujar Evita saat kunjungan kerja Komisi VII DPR RI ke PIK 2, Kamis (5/2/2026).

Menurutnya, keberadaan rumah ibadah lintas agama tersebut mencerminkan wajah Indonesia yang majemuk sekaligus menjadi nilai tambah bagi sektor pariwisata kawasan PIK 2.

Evita menyebut Masjid Al-Ikhlas memiliki arsitektur yang menarik dan layak menjadi salah satu destinasi wisata religi, selain berfungsi sebagai sarana ibadah bagi pengunjung dan wisatawan.

“Masjidnya keren, tapi kuilnya juga bagus. Ini bisa menjadi tambahan objek wisata yang tidak hanya untuk beribadah, tetapi juga untuk edukasi dan toleransi,” katanya.

Menanggapi isu akses kuliner halal, Evita menyatakan bahwa pengelola PIK 2 telah menyediakan kawasan khusus dengan mayoritas restoran halal, sehingga pengunjung Muslim dapat beribadah dan berwisata dengan nyaman.

“Tadi waktu berkeliling, kami dibawa ke kawasan yang mayoritas restorannya produk halal. Ini penting agar wisatawan merasa aman dan nyaman,” jelasnya.

Evita berharap pengembangan wisata religi di PIK 2 dapat menjadi contoh pengelolaan kawasan wisata yang inklusif, toleran, dan ramah bagi semua kalangan, sejalan dengan upaya menjadikan PIK 2 sebagai destinasi pariwisata unggulan nasional.

“Keberadaan rumah ibadah lintas agama ini harus dijaga dan dirawat. Ini bukan hanya soal fasilitas, tapi juga pesan kebangsaan dan persatuan,” ujarnya.

Baca Juga: Komisi VII DPR RI Apresiasi Ekosistem Pariwisata di PIK 2

Masjid Al-Ikhlas PIK 2 diresmikan pada Kamis (15/1/2026). Kehadiran masjid ini menambah fasilitas ibadah bagi masyarakat Muslim di kawasan PIK yang terus berkembang.

Peresmian dihadiri Menteri Agama Nasaruddin Umar, bersama Founder and Chairman Agung Sedayu Group Sugianto Kusuma serta Direktur Utama Agung Sedayu Group Nono Sampono dan jajaran manajemen.

Masjid Al-Ikhlas dibangun di atas lahan sekitar 2.435 meter persegi dengan luas bangunan utama sekitar 1.248 meter persegi dan kapasitas sekitar 600 jamaah.

Pembangunan dimulai pada 7 Maret 2025 dengan nilai konstruksi sekitar Rp45 miliar dan rampung pada awal 2026.

Menag menyampaikan apresiasi atas penyelesaian pembangunan masjid tersebut dalam waktu kurang dari satu tahun.

“Terima kasih kepada seluruh pihak di Agung Sedayu Group atas partisipasi dalam pembangunan masjid ini,” kata Nasaruddin dalam siaran pers yang diterima pada Jumat (16/1/2026).

Masjid Al-Ikhlas PIK mengusung konsep arsitektur Islam klasik dengan ruang utama berkubah dan dua menara.

Bangunan ini dibangun sebagai ruang ibadah dan aktivitas keagamaan bagi warga sekitar kawasan Pantai Indah Kapuk.

Baca Juga: Komisi VII DPR Tinjau PIK 2, ASG Tegaskan Komitmen Pariwisata Inklusif dan Berkelanjutan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.