PIK Tourism Board: Dari Pantai Jakarta Menuju Panggung Dunia

AKURAT.CO Di sebuah aula luas di pusat konvensi Bangkok, riuh percakapan bisnis dari puluhan negara berpadu dalam satu bahasa: pariwisata global.
Dari Indonesia, hadir satu nama baru yang mulai diperbincangkan yakni PIK Tourism Board.
Untuk pertama kalinya, kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) tampil dalam ajang Incentive Travel & Conventions, Meetings (IT&CM) Asia 2025, forum bergengsi yang mempertemukan para pemain utama industri MICE (Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions) di Asia.
Kehadiran ini bukan sekadar pameran, melainkan deklarasi. Bahwa kawasan yang selama ini dikenal dengan deretan kafe, pantai buatan, dan area hunian mewah itu kini siap naik kelas: menjadi destinasi MICE berskala internasional.
Langkah ini menandai perubahan arah strategi PIK, dari kawasan komersial domestik menjadi magnet baru bagi pertemuan bisnis global.
Baca Juga: Gerakkan Ekonomi Rakyat, GP Ansor Bangun 22.800 Kampung Peternakan Ayam Terpadu
Booth PIK tampil rapi dan matang. Di bawah koordinasi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, PIK Tourism Board membawa narasi besar: Jakarta Utara sebagai gerbang baru pariwisata urban yang terintegrasi dengan gaya hidup dan bisnis.
Dalam tiga hari pameran, tim PIK sukses menjalin jaringan dengan DMC, hotel, dan event organizer mancanegara, sekaligus memetakan kebutuhan baru industri pertemuan di Asia.
“Kehadiran perdana kami di IT&CM Asia 2025 ini telah membuka mata dunia terhadap potensi PIK sebagai destinasi MICE yang terkemuka dan bertaraf internasional. Kami tidak hanya mempromosikan tempat, tapi juga menawarkan pengalaman terintegrasi antara bisnis, leisure, dan akomodasi premium,” ujar Fenny Maria, Head of Tourism Development Agung Sedayu Group.
Bagi PIK Tourism Board, ajang ini adalah laboratorium pembelajaran.
Mereka membaca pola dan arah pasar: permintaan akan destinasi yang tak sekadar menyediakan ruang pertemuan, tapi juga pengalaman menyeluruh.
Sebuah konsep yang sudah lama menjadi DNA kawasan PIK, menggabungkan estetika, kenyamanan, dan efisiensi dalam satu lanskap.
Kini, dengan eksposur internasional di tangan, PIK menegaskan posisinya di peta pariwisata Asia.
Baca Juga: Gerakkan Ekonomi Rakyat, GP Ansor Bangun 22.800 Kampung Peternakan Ayam Terpadu
Dari tepi utara Jakarta, pesan itu bergema hingga Bangkok: Indonesia tak lagi sekadar tujuan liburan, tetapi juga arena pertemuan global yang siap bersaing.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 6Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 7Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai









