HELLO PIK Jadi Mesin Baru Genjot Pariwisata Nasional, Surabaya Jadi Titik Awal

AKURAT.CO PIK Tourism Board resmi meluncurkan program nasional HELLO PIK dengan Surabaya sebagai kota perdana, Selasa (9/9/2025).
Acara ini berhasil mempertemukan lebih dari 125 pelaku industri pariwisata dari berbagai daerah untuk menjajaki peluang kerja sama sekaligus memperluas promosi kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK).
Program ini dikemas dalam bentuk seminar yang berisi pemaparan informasi pariwisata, promosi destinasi, serta sesi networking.
Tujuannya, memperkenalkan PIK 1 di Jakarta Utara dan PIK 2 di Banten sebagai destinasi wisata sekaligus pusat gaya hidup yang siap bersaing di tingkat nasional dan internasional.
Head of Tourism Development Center Agung Sedayu Group Fenny Maria menyatakan, HELLO PIK adalah pintu masuk sinergi pariwisata.
“Melalui peluncuran perdana program Hello PIK, PIK Tourism Board dengan semangat membuka ruang sinergi untuk memajukan PIK sebagai destinasi pariwisata, dan juga sebagai pilihan utama dalam pengadaan event seperti konser, pameran seni, dan kegiatan lainnya dalam skala yang lebih luas dari Jakarta, Banten, hingga ke seluruh penjuru Nusantara,” tegas Fenny.
Baca Juga: 12 September Diperingati Apa Saja? Ini Daftar Momen Nasional dan Internasional yang Jarang Diketahui
Optimisme juga datang dari peserta yang hadir. Business Development Aneka Kartika Tour & Travel Moh. Nachrodji menilai langkah ini membawa prospek cerah.
“PIK sangat menjanjikan utk industri pariwisata Indonesia,” katanya.
Pemilik Monas Tour & Travel, Monas Tjahyono, menyebut PIK kini telah menjadi magnet wisata baru.
“PIK sudah menjadi icon tersendiri untuk Indonesia, khususnya Jakarta,” ujarnya.
HELLO PIK Goes to Surabaya menjadi langkah awal dari rangkaian promosi lintas kota yang akan terus digelar.
PIK Tourism Board menegaskan komitmennya memperluas jejaring pariwisata, menghadirkan PIK sebagai destinasi unggulan, sekaligus mendukung semangat kampanye Wonderful Indonesia dalam mendongkrak citra pariwisata nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








