Akurat

Apa itu Film Animasi Merah Putih One For All? Disebut Kontroversi!

Fajar Rizky Ramadhan | 10 Agustus 2025, 06:05 WIB
Apa itu Film Animasi Merah Putih One For All? Disebut Kontroversi!

AKURAT.CO Menjelang peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia, industri film nasional diramaikan dengan kemunculan trailer film animasi bertema nasionalisme berjudul Merah Putih One For All.

Trailer yang dirilis pada 8 Agustus 2025 di YouTube ini langsung memicu perdebatan publik, mulai dari dukungan terhadap pesan kebangsaan yang diusung hingga kritik tajam soal kualitas visual.

Sebagian warganet membandingkan film ini dengan Jumbo, animasi lokal yang sebelumnya sukses besar dan dianggap menetapkan standar tinggi bagi karya sejenis.

Film ini diproduksi oleh Perfiki Kreasindo dan digarap oleh duet sutradara sekaligus penulis skenario Endiarto dan Bintang Takari. Proyek ini berada di bawah naungan Yayasan Pusat Perfilman H Usmar Ismail.

Baca Juga: Cara Cek dan Besaran Bansos PKH serta BPNT Tahap 3 Tahun 2025

Meski demikian, keberadaan situs resmi perusahaan produksi yang tidak dapat diakses sempat memunculkan pertanyaan publik mengenai transparansi dan rekam jejak pihak yang menggarap film ini.

Cerita Merah Putih One For All berfokus pada sekelompok anak dari berbagai daerah yang tergabung dalam Tim Merah Putih. Mereka mendapat tugas menjaga bendera pusaka yang akan dikibarkan pada upacara kemerdekaan.

Konflik bermula ketika bendera tersebut hilang tiga hari sebelum peringatan 17 Agustus. Delapan anak itu pun berjuang menempuh berbagai rintangan alam dan perbedaan pendapat demi mengembalikan Sang Saka tepat waktu. Kisah ini sarat dengan pesan persatuan, kerja sama, dan cinta tanah air.

Film ini dijadwalkan tayang serentak di seluruh jaringan bioskop Indonesia pada 14 Agustus 2025, tiga hari sebelum perayaan kemerdekaan. Pemilihan waktu rilis ini diharapkan dapat memanfaatkan momentum nasionalisme yang biasanya meningkat pada bulan Agustus.

Penayangan di periode akhir pekan panjang juga dinilai memberi peluang lebih besar untuk menarik penonton, khususnya keluarga dan generasi muda.

Baca Juga: Pencarian BSU Diperpanjang Lagi, Buruan Ambil Sebelum 12 Agustus 2025

Menanggapi kritik yang beredar, pihak produser menegaskan bahwa produksi film ini tidak menggunakan dana pemerintah. Mereka mengajak publik untuk menilai secara utuh setelah menonton film di layar lebar, bukan hanya berdasarkan cuplikan trailer.

Meski demikian, perbandingan dengan Jumbo dan sorotan terhadap kualitas animasi diperkirakan tetap menjadi tantangan yang harus dihadapi saat film ini resmi dirilis.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.