Akurat

Dirayakan Tiap 31 Oktober, Mengapa Halloween Identik dengan Labu?

Shalli Syartiqa | 30 Oktober 2024, 23:09 WIB
Dirayakan Tiap 31 Oktober, Mengapa Halloween Identik dengan Labu?

AKURAT.CO Halloween yang dirayakan setiap tanggal 31 Oktober telah menjadi salah satu perayaan paling populer di dunia, terutama di negara-negara Barat.

Salah satu simbol paling ikonik dari Halloween adalah labu, yang sering diukir menjadi lampion yang disebut "jack-o' lantern".

Lantas, mengapa perayaan Halloween identik dengan labu? Simak berikut penjelasannya. 

Makna Halloween identik dengan labu

Dikutip dari berbagai sumber, Rabu (20/10/2024), tradisi menggunakan labu pada Halloween berakar dari festival Samhain yang dirayakan oleh masyarakat Celtic.

Pada malam Samhain, diyakini bahwa batas antara dunia orang hidup dan dunia orang mati menjadi samar.

Baca Juga: Intip Rincian Harta Kekayaan Tom Lembong, Eks Mendag yang Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Impor Gula Hingga Rp400 Miliar

Masyarakat akan menyalakan api unggun dan menempatkan makanan di luar rumah untuk menarik roh-roh yang baik.

Selain itu, ketika imigran Irlandia datang ke Amerika Serikat, mereka membawa tradisi mengukir labu.

Sebelumnya, mereka menggunakan lobak sebagai pengganti.

Namun, labu yang melimpah dan mudah ditemukan di Amerika menjadi pilihan yang lebih praktis.

Tradisi ini kemudian berkembang menjadi mengukir wajah-wajah menyeramkan pada labu yang dikenal sebagai jack-o'-lantern.

Labu yang diukir dan disinari dengan lilin di dalamnya dianggap sebagai simbol perlindungan.

Diharapkan dengan menampilkan wajah menyeramkan, roh-roh jahat akan dijauhkan dari rumah.

Dalam konteks ini, labu menjadi perwakilan dari keberanian menghadapi kegelapan dan ketidakpastian.

Labu juga memiliki makna yang lebih dalam sebagai simbol musim panen.

Halloween jatuh pada saat akhir musim panen dan masyarakat dianggap merayakan hasil bumi yang melimpah.

Labu yang digunakan pada Halloween menjadi simbol rasa syukur atas rezeki yang diberikan.

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.