Akurat

Kapan Rebo Wekasan 2024? Ini Sejarah dan Tradisi Hari Rabu Terakhir di Bulan Safar

Iim Halimatus Sadiyah | 28 Agustus 2024, 03:48 WIB
Kapan Rebo Wekasan 2024? Ini Sejarah dan Tradisi Hari Rabu Terakhir di Bulan Safar

AKURAT.CO Rebo Wekasan merupakan salah satu tradisi yang dilakukan oleh sebagian masyarakat di Indonesia, khususnya di Jawa, sebagai peringatan hari Rabu terakhir di bulan Safar, bulan kedua dalam kalender Hijriyah.

Tradisi Rebo Wekasan dianggap sebagai tradisi yang diyakini untuk menolak bala atau sial yang turun pada hari Rabu terakhir tersebut.

Maka dari itu, sebagian masyarakat biasanya akan mengadakan berbagai ritual, seperti doa bersama, mandi di sungai atau sumber air, dan membuat makanan khas untuk dibagikan pada hari Rebo Wekasan.

Meski tidak ada dasar yang kuat dalam ajaran Islam, namun Rebo Wekasan tetap dilestarikan oleh beberapa kelompok sebagai bagian dari budaya dan warisan leluhur.

Baca Juga: Tata Cara Salat Tolak Bala Rebo Wekasan, Lengkap Bacaan Doanya

Seperti di tahun ini, masyarakat mulai mencari tahu kapan Rebo Wekasan 2024 yang ternyata sudah dekat dengan akhir bulan Safar.

Mengutip berbagai sumber, Rabu (28/8/2024), berikut penjelasan tentang sejarah dan tanggal berapa Rebo Wekasan 2024.

Kapan Rebo Wekasan 2024?

Rebo Wekasan 2024 akan tiba pada hari Rabu terakhir bulan Safar. Masyarakat dapat menggunakan waktu ini sebagai referensi untuk mengetahui kapan Rebo Wekasan tiba.

Tanggal Rebo Wekasan 2024 diketahui ada dua versi. Rebo Wekasan pertama jatuh pada 23 Safar 1446 H atau 28 Agustus 2024.

Baca Juga: Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Berbagai Tradisi Dan Mitos Di Akhir Bulan Safar

Sedangkan versi kedua, Rebo Wekasan diperkirakan akan tepat pada 30 Safar 1446 H atau 4 September 2024.

Berdasarkan kalender 2024, hari Rabu terakhir bulan Safar jatuh pada tanggal 30 Safar 1446 Hijriah, yang berarti terjadi pada hari Rabu, 4 September 2024.

Sejarah Rebo Wekasan 2024

Salah satu tradisi yang dibawa ke dalam masyarakat Jawa adalah tradisi yang berasal dari orang Champa.

Dalam menjalankan berbagai tradisi mereka, orang Champa biasanya menggunakan pendekatan sufisme.

Sebagai contoh, perayaan hari besar Islam diwarnai dengan tradisi tertentu. Membuat bubur pada hari Asyuro, Nisfu Syaban, Maulid Nabi Muhammad SAW, dan Rebo Wekasan di bulan Safar.

Selain itu, tradisi Rebo Wekasan sudah ada sejak zaman nenek moyang dahulu dan dianggap bahwa tradisi ini muncul saat Sunan Giri berkuasa.

Pada masa itu, orang percaya bahwa hal-hal buruk terjadi pada bulan Safar. Oleh karena itu, banyak komunitas melakukan berbagai upacara dan doa untuk menghindari hal buruk.

Meskipun ini menjadi kepercayaan yang telah lama muncul, masih ada beberapa orang yang terus mempercayainya hingga hari ini. 

Hadirnya Rebo Wekasan sering diwarnai dengan berbagai upacara dan adat istiadat sebagai bentuk menghindari hal buruk dalam hidup.

Baca Juga: Rebo Wekasan Dikatakan Sebagai Hari Sial, Benarkah?

Sebagian orang sering melakukan sholat sunnah dengan empat rakaat. Selain itu, mereka juga membaca doa yang didasarkan pada surat-surat dalam Al-Quran.

Tak sampai di sana, kamu juga akan menemukan air Salamun yang telah diberikan untuk diminum sesuai dengan doa-doa. Setiap kebiasaan ini dianggap memiliki potensi untuk melawan bala.

Berdasarkan beberapa sumber, menyebut ada tradisi Rebo Wekasan yang biasanya dilakukan oleh sebagian masyarakat dengan mengadakan acara selamatan.

Acara tersebut biasanya dilakukan dengan membagikan nasi kepada orang-orang di sekitarnya. Baik saudara maupun tetangga.

Itulah penjelasan lengkap tentang Rebo Wekasan yang akan terjadi di awal bulan September, sehingga masyarakat bisa bersiap.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.