Akurat Logo

Ternyata Begini Asal-usul Tradisi Sungkeman Saat Lebaran

Shalli Syartiqa | 9 April 2024, 11:47 WIB
Ternyata Begini Asal-usul Tradisi Sungkeman Saat Lebaran

AKURAT.CO Sungkeman Lebaran adalah tradisi yang telah menjadi bagian integral dari perayaan Idul Fitri di Indonesia.

Saat Lebaran tiba, tradisi ini sering dilakukan oleh keluarga dan kerabat untuk saling meminta maaf dan memperkuat ikatan sosial.

Namun, tahukah Anda dari mana asal usul tradisi sungkeman ini berasal? Simak berikut penjelasannya.

Asal-usul tradisi sungkeman saat lebaran

Asal muasal tradisi sungkeman belum dapat dipastikan dengan pasti, namun diyakini bahwa tradisi ini merupakan hasil dari akulturasi antara kebudayaan Jawa dengan ajaran Islam.

Dikutip dari berbagai sumber, Selasa (9/4/2024), tradisi sungkeman dipercaya telah ada sejak zaman Mangkunegara I, yang dikenal sebagai Pangeran Sambernyawa.

Pada masa tersebut, Pangeran Sambernyawa memperkenalkan tradisi sungkeman pada momen Idul Fitri.

Pada hari kemenangan tersebut, Pangeran Sambernyawa mengumpulkan para raja, punggawa, dan prajurit dalam sebuah pertemuan.

Baca Juga: Jelang Idul Fitri! Ini Bacaan Doa Akhir Ramadhan Lengkap Arab, Latin dan Artinya

Di acara tersebut, mereka melaksanakan tradisi sungkem dan saling memaafkan. Para punggawa dan prajurit dengan tunduk menghormati sang raja dan permaisuri.

Peristiwa ini menjadi awal mula tradisi sungkeman dan menjadi contoh bagi organisasi-organisasi lain. Sungkeman kemudian menjadi bagian rutin dari acara halal bi halal.

Namun, ketika Nusantara mengalami masa penjajahan, keraton tidak lagi dapat dengan leluasa menggelar acara sungkeman.

Belanda curiga terhadap acara tersebut dan menganggapnya sebagai bentuk penggalangan massa untuk melakukan perlawanan terhadap mereka.

Bahkan, hampir terjadi penangkapan terhadap Ir. Soekarno dan dr. Radjiman Widyodiningrat di Gedung Habipraya, Singosaren, Keraton Surakarta saat acara kumpul Lebaran tahun 1930.

Untungnya, Pakubuwono yang berada di lokasi langsung menjelaskan bahwa acara tersebut merupakan tradisi sungkeman untuk menyambut Idul Fitri.

Sejak saat itu, tradisi sungkeman menjadi semacam open house hingga sekarang.

Meskipun terlihat sederhana dalam pelaksanaannya, namun makna yang terkandung dalam sungkeman sangat mendalam.

Saat Idul Fitri tiba, sungkeman diartikan sebagai bentuk permintaan maaf atas segala perbuatan buruk yang pernah dilakukan kepada orang tua.

 

 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.