Parfum Pertama Dibuat Oleh Pengawas Istana Kerajaan? Ini Sejarah Eau De Toilette Dan Eau De Cologne

AKURAT.CO Berasal dari peradaban kuno, parfum muncul sebagai cara ideal untuk menjaga diri tetap wangi, menyebarkan aroma ke udara saat berkumpul dan menghormati dewa di kuil.
Selain itu, parfum terbukti menjadi alat pengobatan yang penting karena komposisi alaminya. Sementara orang-orang Yunani dan Romawi mempopulerkan parfum pada zaman kuno, orang-orang Persia dan Eropa menyempurnakannya seiring berjalannya waktu tergantung pada sumber daya yang tersedia bagi mereka.
Pembuat parfum pertama yang tercatat di dunia adalah seorang wanita yang dikenal sebagai Tapputi. Keberadaannya tercatat pada tablet runcing tahun 1200 SM di Mesopotamia Babilonia.
Dia adalah tokoh penting dalam pemerintahan dan agama Mesopotamia. Dia juga kebetulan adalah pengawas Istana Kerajaan Mesopotamia.
Tapputi berupaya mengembangkan metode ekstraksi aroma yang akan menginspirasi orang lain untuk melakukan hal yang sama di masa depan.
Parfum paling awal dibuat dengan bantuan bahan-bahan alami seperti kulit kayu, kayu, daun, akar, bunga, dan biji-bijian.
Mereka mencoba memanfaatkan wewangian yang ada di alam untuk menciptakan kombinasi unik untuk digunakan untuk tujuan berbeda.
Mur dan kemenyan digabungkan untuk membentuk dupa, sedangkan tanaman seperti mawar dan pepermin harus dimasukkan ke dalam minyak.
Bunga sangat penting dalam pembuatan parfum awal karena aromanya yang khas dan manis. Dengan berkembangnya jalur perdagangan, bahan baku pembuatan parfum pun semakin mudah didapat.
Hasilnya, muncullah parfum dengan rempah-rempah dan rempah-rempah yang eksotis. Motif bunga seperti lili, mawar, melati, lavendel, violet, lilac, dan teratai merupakan tambahan yang populer dalam parfum.
Dua jenis parfum yang kita kenal saat ini adalah Eau de toilette dan Eau de cologne. Asal usul mereka dapat ditelusuri kembali ke periode antara abad ke-14 dan ke-18.
Ratu Elisabeth dari Hongaria membuat ramuan ringan minyak wangi dengan alkohol pada tahun 1370, yang sekarang dianggap sebagai Eau de toilette pertama di dunia. Itu langsung menguap di kulit dan disebut Air Hongaria.
Pada tahun 1709, pembuat parfum Italia Giovanni Maria Farina mengonsep Eau de Cologne berbahan dasar jeruk pertama selama ia tinggal di Cologne, Jerman.
Dia ingin menangkap esensi Italia dalam sebuah parfum karena dia merindukan tanah airnya, dan akhirnya dia menciptakan Eau de Cologne asli yang menjadi sangat populer di kalangan bangsawan.
Menyegarkan dan berbunga-bunga, produk ini menginspirasi seluruh generasi pembuat parfum untuk membuat versi mereka sendiri.
Baca Juga: Rekomendasi Parfum Berdasarkan 16 Tipe Kepribadian, Kamu Yang Mana?
Prancis, pusat pembuatan parfum dan kosmetik di Eropa, memulai budidaya bunga sebagai bahan baku parfum sejak abad ke-14.
Grasse khususnya tumbuh menjadi ibu kota parfum dunia, dan masih membanggakan kehadiran beberapa produsen parfum tertua yang pernah ada seperti Galimard Parfumeur dan Molinard Parfumeur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









