Mengenal Phyllobates Terrubilis, Katak Yang Mematikan

AKURAT.CO Katak adalah jenis amfibi yang umumnya diidentifikasi dengan kulit lembab dan bersisik, mata lonjong serta kemampuan untuk melompat tinggi.
Katak memiliki siklus hidup yang unik, dimulai sebagai telur kemudian menjadi berudu (larva), lalu berubah menjadi katak dewasa. Mereka adalah pemangsa efisien serangga dan serangga kecil, menjadikan mereka penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
Ada ribuan spesies katak yang berkisar dari yang kecil hingga besar seukuran telapak tangan. Ada yang bisa terbang jarak pendek dari pohon ke pohon dengan memperluas selaput di antara jari-jari kaki, katak tanah yang cenderung lebih kecil sampai katak beracun yang bernama phyllobates terribilis.
Baca Juga: Katak dan Ular Jadi Spesies Paling Invasif di Dunia, Sebabkan Kerugian hingga Rp16,3 Miliar
Apa Itu Katak Phyllobates Terribilis?
Phyllobates terribilis adalah spesies katak beracun yang juga dikenal dengan nama Golden Poison Frog atau Golden Dart Frog. Ini adalah salah satu spesies katak beracun yang paling terkenal di dunia. Phyllobates terribilis adalah anggota dari keluarga Dendrobatidae dan berasal dari hutan hujan Amerika Selatan, khususnya di wilayah Cauca dan Valle del Cauca di Kolombia.
Phyllobates terribilis dikenal karena warna kulitnya yang mencolok, berkisar dari oranye terang hingga kuning atau emas, dengan bintik-bintik hitam atau garis-garis yang kontras. Warna yang mencolok ini adalah peringatan bagi pemangsa potensial bahwa katak ini sangat beracun.
Baca Juga: Bikin Merinding! Hendak Dimakan, Katak 'Zombie' Tanpa Kepala Melompat Keluar dari Mangkuk
Fakta Phyllobates Terribilis
1. Punya toksin yang mematikan
Phyllobates terribilis mendapatkan julukan golden poison bukan tanpa alasan. Mereka menghasilkan toksin yang sangat kuat di kelenjar kulit mereka, yang dikenal sebagai batrachotoxin. Toksin ini adalah salah satu zat paling beracun yang ditemukan di dunia alam. Bahkan, hanya sejumlah kecil batrachotoxin yang dapat menyebabkan kematian pada manusia atau hewan lain. Toksin ini adalah mekanisme pertahanan utama mereka terhadap pemangsa.
2. Perilaku dan makanan
Phyllobates terribilis adalah hewan yang terutama aktif di siang hari. Mereka adalah hewan pemalu yang sering menghabiskan waktunya di lapisan daun hutan hujan. Diet mereka terutama terdiri dari serangga kecil, seperti semut dan tungau. Dalam lingkungan alaminya, mereka memakan serangga- serangga ini, yang mungkin merupakan sumber toksin yang mereka akumulasikan.
3. Peran dalam ekosistem
Phyllobates terribilis memiliki peran penting dalam ekosistem hutan hujan Kolombia. Seperti banyak spesies amfibi lainnya, mereka adalah predator alami serangga yang membantu mengontrol populasi serangga di hutan. (Ami Fatimatuz Zahro')
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








