PIK 2 Berpeluang Jadi Ekosistem UMKM Berkelanjutan

AKURAT.CO Anggota Komisi VII DPR RI, Banyu Biru Djarot, menilai, pengembangan UMKM di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 memiliki potensi besar untuk tumbuh dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat sekitar, asalkan dilakukan secara mendalam, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Banyu Biru usai rapat dan peninjauan Komisi VII DPR RI bersama manajemen PIK 2 terkait keterlibatan UMKM lokal dalam ekosistem ekonomi kreatif dan pariwisata kawasan tersebut.
“Dari paparan manajemen, kami melihat sudah ada upaya konkret untuk merangkul dan membina UMKM serta tenaga kerja lokal, termasuk pelatihan dan peningkatan keterampilan. Ini langkah positif yang harus terus diperdalam agar benar-benar memberikan dampak nyata dan trickle down effect,” ujar Banyu Biru.
Ia mengungkapkan, manajemen PIK 2 telah menyalurkan dukungan pembiayaan hingga sekitar Rp27 miliar kepada koperasi-koperasi, dengan skema bantuan per koperasi mencapai Rp100 juta.
Menurutnya, dukungan tersebut perlu diiringi pendampingan yang konsisten agar UMKM mampu naik kelas.
“Bantuan sudah ada, tapi yang lebih penting adalah bagaimana pendalaman program dilakukan, mulai dari upskilling, vokasi yang tepat, hingga pengelolaan usaha dan keuangan UMKM,” jelasnya.
Banyu Biru menegaskan, PIK 2 saat ini telah berkembang menjadi destinasi ekonomi kreatif yang kuat.
Baca Juga: HPN 2026 Beri Efek Berganda bagi Pariwisata, UMKM, dan Citra Daerah
Keberadaan fasilitas seperti Indonesia Design District (IDD), creative hub, hingga kawasan komersial yang memberi ruang bagi merek lokal dinilai mampu menciptakan nilai tambah dan membuka peluang usaha baru.
“Ini contoh keberpihakan yang baik. Local brand diberi ruang untuk berkembang. Sesuai dengan arahan Presiden, UMKM harus dinaikkan kelasnya dan menjadi bagian dari rantai ekonomi nasional,” katanya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kolaborasi tiga pilar atau triple helix antara pelaku industri, pemerintah daerah, dan manajemen kawasan agar pengembangan UMKM dan pariwisata berjalan optimal.
“Kami melihat komitmen itu sudah mulai terbentuk. Tinggal bagaimana kolaborasi ini diperdalam dan dijaga keberlanjutannya,” ujarnya.
Sebagai mitra kerja sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM, Komisi VII DPR RI, lanjut Banyu Biru, hadir untuk melakukan pengawasan sekaligus mendorong penguatan ekosistem hingga ke level akar rumput.
“UMKM, ekonomi kreatif, dan pariwisata ini satu kesatuan. Jika PIK 2 menjadi hub yang terintegrasi, maka masyarakat sekitar harus menjadi bagian langsung dari ekosistem itu dan merasakan manfaat ekonomi secara nyata,” tegasnya.
Ia juga menekankan peran pemerintah daerah agar terus mengawal agar pembangunan dan investasi besar di PIK 2 tetap berpihak pada masyarakat lokal, termasuk komunitas pesisir.
“Harapannya, pembangunan besar ini menciptakan ekosistem ekonomi yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan,” pungkas Banyu Biru.
Baca Juga: Sugiono Instruksikan Kader Gerindra Copot Atribut Partai Usai Perayaan HUT ke-18
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit








