Mengenal Energi Terbarukan dan Potensinya di Indonesia

AKURAT.CO Kebutuhan energi dunia terus meningkat seiring pesatnya perkembangan industri dan teknologi.
Namun, ketergantungan pada sumber energi fosil seperti batu bara dan minyak bumi menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap lingkungan, mulai dari pencemaran udara hingga perubahan iklim.
Kondisi tersebut mendorong perlunya peralihan ke energi terbarukan sebagai solusi berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan energi tanpa merusak alam.
Pengertian Energi Terbarukan
Energi terbarukan merupakan energi yang berasal dari sumber daya alam yang dapat diperbarui secara alami dan tidak akan habis meskipun dimanfaatkan secara terus-menerus.
Jenis energi ini meliputi tenaga surya, angin, air (hidro), biomassa, serta panas bumi (geotermal).
Berbeda dengan energi fosil yang membutuhkan waktu jutaan tahun untuk terbentuk, energi terbarukan berasal dari proses alam yang berlangsung secara berkelanjutan, seperti sinar matahari dan pergerakan angin.
Potensi Energi Terbarukan di Indonesia
Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan, khususnya tenaga air dan panas bumi.
Baca Juga: Pemerintah Target Rehabilitasi 100 Ribu Hektare Lahan Pertanian di Sumatera Pascabanjir
Sebagai negara tropis, Indonesia juga memiliki paparan sinar matahari sepanjang tahun yang sangat mendukung pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Selain itu, biomassa yang berasal dari limbah pertanian dan perkebunan dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan.
Beberapa daerah, seperti Nusa Tenggara dan Sulawesi, bahkan telah mulai mengoperasikan pembangkit listrik tenaga angin untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat.
Manfaat bagi Lingkungan dan Ekonomi
Pemanfaatan energi terbarukan memberikan berbagai manfaat, baik bagi lingkungan maupun perekonomian.
Penggunaan energi bersih dapat menurunkan emisi karbon, mengurangi polusi udara, serta menjaga kelestarian lingkungan hidup.
Dari sisi ekonomi, pengembangan energi terbarukan turut membuka lapangan kerja baru di sektor teknologi, manufaktur, dan riset.
Hal ini sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan.
Baca Juga: Jadwal Bioskop Trans TV 14 Januari 2026: Sinopsis Chief Of Station dan Death Wish!
Laporan: Nora Niswatun Choirina/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 6Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 7Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








