Punya Pengaruh Besar, Pemerintah Perkuat Sektor MICE hingga Pariwisata

AKURAT.CO Pemerintah menegaskan bahwa arah kebijakan ekonomi 2026 tidak hanya berfokus pada target investasi. Penguatan sektor yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti pariwisata dan industri MICE (Meetings, Incentives, Conferences, Exhibitions) juga menjadi perhatian.
Dalam pembukaan Business Forum Indonesia Economic Outlook 2026, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa investasi sepanjang 2025 menunjukkan perkembangan positif. Ia menilai kondisi ini membuka kembali ruang bagi sektor pariwisata untuk tumbuh.
"Realisasi investasi mencapai Rp1.434,3 triliun meningkat hampir 13 persen year-on-year dan menciptakan 1,95 juta lapangan kerja tambahan," ujarnya, saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (2/12/2025).
Airlangga menambahkan bahwa kawasan ekonomi khusus mencatat kontribusi penting, terutama untuk sektor wisata. Ia menilai perkembangan ini ikut mendorong aktivitas masyarakat dan dunia usaha.
Ia juga menjelaskan bahwa APBN 2026 sebesar sekitar Rp3.250 triliun akan difokuskan pada ketahanan pangan, energi, serta program gizi dan pendidikan. Menurutnya, hal tersebut diharapkan memberikan efek pengganda yang signifikan bagi perekonomian.
Dari sisi perencanaan investasi, Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM Rosan Roeslani menekankan pentingnya hilirisasi dan peningkatan daya saing industri. Ia menargetkan investasi 2026 mencapai Rp2.175 triliun dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi 5,33 persen.
"Penguatan arus investasi ini juga berimplikasi langsung pada sektor-sektor pendukung perekonomian, termasuk pariwisata dan industri MICE, yang memiliki pengaruh besar terhadap aktivitas bisnis dan rantai pasok nasional," katanya.
Sektor MICE sendiri menjadi salah satu fokus pembahasan forum. Berdasarkan data pemerintah, hingga September 2025 terdapat 134 event yang telah didukung negara dan menghadirkan lebih dari 10 juta pengunjung.
Kegiatan tersebut melibatkan puluhan ribu pekerja event dan ribuan UMKM, menghasilkan perputaran ekonomi mencapai Rp11,82 triliun. Sektor ini disebut berperan besar dalam pemulihan wisata dan mendukung agenda pertumbuhan jangka menengah.
Penyelenggara pameran Krista Exhibitions menempatkan dinamika tersebut sebagai dasar pelaksanaan The 3rd Business, Trade & Tourism Investment Business Forum. CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim, menilai tahun 2026 menjadi masa penting bagi akselerasi sektor manufaktur dan MICE.
"Business Forum ini kami selenggarakan untuk memberikan wawasan kepada para pelaku usaha mengenai tren ekonomi global, perkembangan teknologi, serta peluang baru di sektor manufaktur dan MICE," ucapnya.
Forum tersebut mempertemukan pakar ekonomi, perwakilan negara sahabat dan asosiasi industri untuk membahas proyeksi ekonomi 2026 dan dinamika regional. Sesi business matching dan networking juga digelar untuk mendorong kerja sama lintas sektor.
Memasuki 2026, Krista Exhibitions menyiapkan rangkaian pameran industri di berbagai kota seperti Yogyakarta, Surabaya, Bali dan Jakarta. Agenda ini mencakup sektor makanan dan minuman, kecantikan, tekstil, kesehatan, hingga teknologi audiovisual.
Di Jakarta, sejumlah pameran besar kembali digelar, termasuk SIAL Interfood Expo, All Pack Indonesia Expo dan All Print Expo. Acara tersebut berlangsung bersamaan dengan beberapa pameran pendukung lainnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








