Akurat

Susunan Upacara Hari Pramuka 14 Agustus 2025, Panduan Lengkap dan Tema Kolaborasi​

Shalli Syartiqa | 13 Agustus 2025, 18:45 WIB
Susunan Upacara Hari Pramuka 14 Agustus 2025, Panduan Lengkap dan Tema Kolaborasi​

AKURAT.CO Hari Pramuka diperingati setiap tanggal 14 Agustus sebagai bentuk penghormatan atas peresmian Gerakan Pramuka oleh Presiden Sukarno pada 14 Agustus 1961​.

Peringatan ini merupakan momen penting untuk menanamkan nilai disiplin, kebersamaan, dan cinta tanah air kepada anggota Pramuka. Pada tahun 2025, peringatan Hari Pramuka akan memasuki tahun ke-64.

Sehubungan dengan itu, berikut susunan upacara Hari Pramuka 14 Agustus.

Pedoman Resmi Upacara Hari Pramuka

Pedoman resmi tata upacara dalam Gerakan Pramuka diatur dalam Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 178 Tahun 1979.

Aturan ini meliputi langkah-langkah pelaksanaan upacara bendera, mulai dari persiapan hingga pembubaran pasukan.

Dengan mengikuti pedoman ini, upacara dapat berlangsung khidmat dan menjadi sarana pembelajaran karakter bagi generasi muda.

Susunan Upacara Pengibaran Bendera (Rangkaian Utama)

Persiapan dan Penghormatan

  1. Penyusunan Pasukan: Pemimpin upacara akan menyiapkan pasukan barisan. Pemimpin upacara kemudian memasuki lapangan upacara dan pasukan akan memberikan penghormatan.
  2. Pembina Upacara: Pembina upacara menempati posisi di area upacara atau mimbar upacara. Pasukan memberikan penghormatan kepada Pembina Upacara yang dipimpin oleh Pemimpin Upacara.
  3. Laporan Kesiapan: Pemimpin upacara melaporkan kesiapan upacara kepada Pembina Upacara.

Pengibaran Bendera dan Mengheningkan Cipta

  1. Pengibaran Bendera Merah Putih: Petugas pengibar bendera maju ke tiang dan menyiapkan bendera. Pemimpin Upacara memberikan aba-aba "Kepada Sang Merah Putih … hormat grak", yang diiringi oleh lagu Indonesia Raya hingga bendera mencapai puncak tiang. Setelah bendera tiba di puncak, aba-aba "Tegak … grak" diberikan, petugas mundur tiga langkah, memberi hormat, lalu kembali ke posisi semula.
  2. Mengheningkan Cipta dan Doa: Pembina Upacara memimpin mengheningkan cipta dan doa.

Pembacaan Naskah dan Amanat

  1. Pembacaan Naskah: Pembacaan teks Pancasila dilakukan oleh petugas dan diikuti oleh seluruh peserta upacara. Pembukaan UUD 1945 juga dapat dibacakan, tergantung kebiasaan institusi. Dwi Darma (untuk Siaga) atau Dasadarma Pramuka (untuk Penggalang, Penegak, Pandega) juga dibacakan sebagai simbol nilai moral dan etika kepramukaan.
  2. Amanat Pembina Upacara: Pembina Upacara menyampaikan amanat, yang berisi pesan Hari Pramuka ke-64 bertema “Kolaborasi untuk Membangun Ketahanan Bangsa”. Amanat ini menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk memperkuat ketahanan sosial, ekonomi, dan lingkungan. Pembina juga mengajak seluruh anggota Pramuka untuk aktif, kreatif, dan berkontribusi nyata di masyarakat.

Penutup

  1. Menyanyikan Lagu: Peserta upacara atau tim paduan suara akan menyanyikan lagu Hymne Pramuka dan/atau Bagimu Negeri untuk menambah kekhidmatan suasana. Untuk tingkat SD, lagu “Satu Satu Aku Pramuka” juga dapat ditambahkan agar suasana lebih ceria.
  2. Laporan dan Pembubaran: Pemimpin Upacara memberikan laporan akhir kepada Pembina bahwa rangkaian upacara telah selesai. Penghormatan terakhir dari pasukan kepada Pembina dilakukan. Pembina kemudian meninggalkan tempat upacara. Terakhir, Pemimpin Upacara membubarkan pasukan.

Upacara Hari Pramuka tidak hanya sekadar seremoni, tetapi juga merupakan sarana untuk menanamkan nilai kebangsaan, mempererat solidaritas, dan membentuk karakter generasi muda.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.