Akurat

Kunci Keberhasilan Penggunaan E-commerce untuk Bisnis Era Digital

Sultan Tanjung | 18 April 2024, 22:40 WIB
Kunci Keberhasilan Penggunaan E-commerce untuk Bisnis Era Digital

AKURAT.CO E-commerce, oleh Dosen UPRI dan Relawan TIK Indonesia Andi Asy’hary J Arsad, diartikan sebagai kegiatan jual beli yang dilakukan secara elektronik melalui internet atau jaringan komputer lainnya.

Transaksi ini dapat mencakup berbagai hal, seperti pembelian barang dan jasa, transfer uang, pembayaran tagihan, maupun pertukaran informasi.

E-commerce berbeda dengan marketplace yang memiliki banyak penjual dalam satu website. Adapun e-commerce hanya memiliki satu penjual dalam satu website.

"Kenapa harus memanfaatkan e-commerce? Sebab, e-commerce memberikan layanan belanja yang mudah dan nyaman. Akses produk atau barang yang tersedia juga lebih variatif dan memiliki fasilitas rekomendasi. Keamanannya pun terjamin," ujarnya dalam webinar mengenai  penguatan keterampilan digital masyarakat Indonesia bernama #MakinCakapDigital 2024, Rabu, 17 April 2024, di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Dalam acara yang dihelat Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo)  tersebut, Ia melanjutkan, e-commerce memungkinkan pembeli untuk berbelanja dari mana saja dan kapan saja, dengan pilihan produk yang lebih luas dan harga yang lebih kompetitif.

Di sisi lain, penjual dapat menjangkau pasar global dengan biaya yang lebih rendah dan kemudahan pengelolaan toko online.

Dalam webinar yang bertema "Pemanfaatan E-commerce untuk Meningkatkan Promosi Usaha" juga dijelaskan bahwa E-commerce telah merevolusi cara orang berbelanja dan berbisnis, dan diprediksi akan terus berkembang di masa depan, membawa manfaat yang lebih besar bagi semua pihak.

Selain Andi Asy’hary J Arsad, hadir sebagai narasumber dalam webinar ini adalah Key Opinion Leader Syamsu Rizal; serta Akademisi UNIB dan Anggota JAPELIDI Lisa Adhrianti.

Selaku pembicara kunci webinar ini adalah Humas Ikatan Alumni SMAN 8 Maros Muh Ikhlasul Amal.

Acara ini juga dihadiri oleh Ikatan Alumni SMAN 8 Maros.

 

Dalam pidato kuncinya, Muh Ikhlasul Amal mengatakan, peningkatan kemampuan penggunaan internet secara aman dan produktif telah membawa perubahan besar dalam cara berkomunikasi, belajar, dan bekerja.

Namun, kemajuan tersebut juga memunculkan berbagai tantangan.

Tanpa literasi digital yang memadai, kita berisiko terperangkap dalam arus informasi palsu, jebakan privasi, dan ancaman keamanan online

"Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk terus meningkatkan aspek literasi digital. Kegiatan ini, kami berharap menjadi langkah awal yang menginspirasi untuk meningkatkan kesadaran dalam hal literasi digital," ungkapnya.

 

Syamsu Rizal menambahkan, e-commerce telah menjadi pilihan mayoritas masyarakat Indonesia dalam berbelanja.

Mengutip hasil penelitian OJK Institute, sebanyak 88,1 % pengguna Internet di Indonesia menggunakan layanan e-commerce untuk membeli produk.

Fenomena ini bisa dimanfaatkan untuk media berwirausaha bagi siapapun yang memiliki ketertarikan di bidang ini.

"Kreatif adalah kunci penting untuk bisa menjadi wirausahawan sukses di era digital. Prinsip lainnya adalah berpikiran terbuka dengan belajar dan menerima segala masukan. Selain itu, tetap dibutuhkan kolaborasi dalam hal berbagi pengetahuan dan sinergi," ucapnya.

Lisa Adhrianti menambahkan, kelebihan lain pemanfaatan e-commerce adalah jangkauan yang lebih luas tanpa dibatasi kondisi geografi dan perbedaan waktu.

E-commerce juga memberikan kemudahan dalam hal transaksi maupun pengiriman barang.

Hal itu mampu menciptakan efisiensi biaya dan bisa mempelajari kebiasaan-kebiasaan konsumen.

Berdasarkan survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Tahun 2023, pengguna internet di Indonesia mencapai 215,62 juta atau setara 78,19 persen dari total populasi Indonesia.

Di saat yang bersamaan, pertumbuhan pengguna yang masif ini membuka ruang yang lebih luas terhadap potensi meningkatnya penyalahgunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), maupun internet.

Pengukuran status literasi digital Indonesia 2023 terhadap 38 provinsi melaporkan bahwa kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan TIK semakin membaik dalam setahun terakhir.

Indeks literasi digital Indonesia di awal 2023 ada di level 3,54 dari skala 1-5. Artinya, secara umum literasi digital masyarakat Indonesia ada di level "sedang". Indeks tersebut sedikit meningkat dibanding 2020 lalu yang ada di level 3,46.

Workshop Literasi Digital ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia Makin Cakap Digital yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dapat diakses melalui website literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo Facebook Page dan Kanal Youtube Literasi Digital Kominfo.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.