Zara Buka Suara Soal Postingan yang Hina Palestina usai Warganet Sebut Tidak Peka

AKURAT.CO Ritel pakaian raksasa asal Spanyol, Zara, memecah kebisuannya setelah menghadapi seruan boikot atas kampanye iklan yang dianggap menyinggung genosida di Palestina.
Zara memberikan reaksi setelah warganet mengecam kampanye Atelier 2024 yang disebut “The Jacket,” karena “terinspirasi genosida di Palestina,” dan tidak sensitif terhadap orang-orang di Palestina.
Warganet pun ramai-ramai mengecam Zara mengenai reaksi Zara yang diposting melalui media sosialnya. Warganet menganggap Zara “tone deaf” atau tidak peka dengan situasi yang ada apa yang telah terjadi di Palestina.
“Loh, jadi kamu secara terbuka mengakui bahwa kamu tone deaf? Ini sungguh lucu. Sebaiknya kau diam dan berhenti mempermalukan dirimu sendiri. Anda sudah kehilangan kami dan uang kami. Ini hanya memperburuk keadaan. Ini membuktikan bahwa Anda bukan hanya merek yang tidak peka tetapi juga sangat bodoh. Kami sekarang punya dua alasan untuk terus #boycottzara” tulis akun @gehad_kenawy.
“Ini bukan permintaan maaf, ini adalah upaya Anda menyelamatkan diri dengan cara yang paling buruk,” tulis akun @moh_i7san.
“Baiklah, sejak bulan September hingga sekarang siapa pun bisa saja mengambil keputusan untuk membatalkan kampanye setelah menyadari bagaimana orang mungkin melihat kesamaan dari konsep tersebut dengan kejadian terkini. Tidak ada satu orang pun yang melakukannya. Buatlah masuk akal,” tulis akun @zhafiraiha.
Baca Juga: Zara Tarik Iklan Terbaru Setelah Seruan Boikot Produk Trending di Medsos
Zara menghapus beberapa gambar dari media sosial dan juga gambar di situs web mereka, dalam unggahan media sosialnya Zara memberikan keterangan mengenai kampanye produk fesyennya.
“Sayangnya beberapa pelanggan merasa tersinggung dengan gambar-gambar ini, yang kini telah dihapus, dan melihat gambar-gambar tersebut jauh dari apa yang dimaksudkan saat gambar tersebut dibuat,” tulis perusahaan tersebut.
Zara menuturkan bahwa kampanye tersebut direncanakan pada bulan Juli dan difoto pada bulan September. Postingan tersebut dimaksudkan untuk mewakili patung yang belum selesai di sebuah studio dan diciptakan dengan tujuan menampilkan pakaian buatan tangan dalam konteks artistik.
Kemudian pada akhir pernyataanya Zara mengatakan pihaknya menyesal atas kesalahpahaman dan mereka menegaskan kembali rasa hormat kami yang mendalam terhadap semua orang.
Bukan tanpa alasan para warganet murka dengan hal yang sudah dilakukan oleh Zara. Sekitar 17.700 orang telah terbunuh di Jalur Gaza, Palestina. Kontroversi kampanye iklan tersebut bukan pertama kalinya Zara menjadi sorotan terkait genosida di Palestina.
Pada tahun 2021, Zara juga menghadapi seruan boikot setelah salah satu kepala desainernya Vanessa Perilman mengirimkan pesan anti-Palestina kepada model Palestina melalui DM di Instagram kepada Model Qaher Harhash
Qaher Harhas mengatakan bahwa Vanessa telah mengiriminya pesan pribadi yang mengecam postingannya tentang Palestina.
Dia kemudian mengklaim dia meminta maaf secara pribadi, tetapi hanya setelah menyadari risikonya terhadap karier dan keluarganya. Harhash juga mengklaim Zara ingin dia mengumumkan permintaan maaf Vanessa Perilman kepada publik, tapi dia menolak.
“Jika Zara ingin membuat pernyataan dengan saya, mereka juga perlu mengatasi Islamofobia. Ketika perancang busana tertentu mengatakan hal-hal anti-Semit, mereka dipecat dari pekerjaannya,” tulisnya di Instagram.
“Namun sejauh ini sang kepala desainer Zara Vanessa Perilman belum dipecat,” tulis Harhas.
Harhash menambahkan: "Bagi saya, permintaan maaf berarti mengakui sepenuhnya rasa sakit atau penderitaan yang Anda timbulkan pada seseorang. Dia datang ke DM saya dan menulis komentar kebencian, mengapa saya harus menerima permintaan maaf setengah-setengah?"
Kemudian pada tahun 2022, Zara kembali mendapat keacaman dari para aktivis pro Palestina usai. pemilik Zara di Israel mengadakan kampanye untuk politisi sayap kanan Israel yaitu Itamar Ben-Gvir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 3ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 4Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 5Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 6Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 7Persija Terpaksa Jamu Java United di Bali, Terancam Pengurangan Poin Jika 4 Kali Musafir
- 8Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 9Prabowo Pimpin Sidang DEN di Istana, Instruksikan Persiapan E50 untuk Perkuat Kemandirian Energi
- 10Terungkap di Sidang Korupsi Kuota Haji: Anak Buah Bos Maktour Setor USD10 Ribu ke Pejabat Kemenag








