Catat! Pertolongan Pertama Kesehatan Mental Pada Remaja

AKURAT.CO Memasuki masa remaja memang tidak mudah, keseimbangan antara tekanan sekolah, sosial, dan perkembangan fisik membuat remaja rentan mengalami masalah kesehatan mental.
Hal ini menimbulkan dampak serius bagi kesehatan mental pada remaja mulai dari timbul rasa cemas, marah, depresi bahkan keinginan bunuh diri.
Bahkan saat menghadapi masalah, mereka lebih nyaman bercerita dan berbincang dengan teman-temannya yang dianggap satu frekuensi dengan mereka. Remaja ini juga menganggap bahwa teman mereka lebih mengerti dan memahami masalah yang sedang dialami.
Peer counseling atau konseling sebaya menjadi pertolongan pertama untuk mengatasi kesehatan mental remaja. Cara tersebut bisa dilakukan oleh siapa pun, tanpa adanya seorang yang profesional.
Dengan memberikan ruang untuk bercerita tentang apa yang dia rasakan dapat mengurangi beban permasalahnya.
Saat pelaksanaan peer counseling diperlukan adanya hubungan baik sebab kepercayaan yang ditimbulkan akan mempengaruhi keputusan yang akan diambil oleh remaja. Hal ini juga difokuskan untuk membantu anak remaja dalam menangani isu-isu kesehatan mental serta meraih kembali kecerdasan emosional dan kebaikan diri sendiri yang mungkin sempat hilang.
Selain itu, remaja juga perlu dukungan dan pendampingan dari orang dewasa agar bisa berjalan dengan semestinya. Tetapi tidak sedikit orang dewasa justru menganggap remaja seperti anak-anak.
Hal ini membuat rasa tidak nyaman dan tidak sedikit juga remaja yang terkesan tertutup kepada orang dewasa.
Peer counseling juga lebih mengutamakan tentang cara apa yang efektif dalam menghadapi kesehatan mental dengan berbagai level di dalamnya. Ketika beban permasalahan berkurang maka semakin sehat kondisi mentalnya, begitu pula sebaliknya.
Maka peer counseling sangat penting dalam menjaga kesehatan mental remaja. Meskipun demikian, perlu adanya kewaspadaan apabila gangguan mental tersebut semakin mengganggu perilakunya.
Konseling kepada ahlinya baik konselor, psikolog maupun psikiater merupakan langkah tepat sebelum gangguan mental tersebur semakin membahayakan baik untuk dirinya sendiri maupun lingkungan sekitar. (Dani Zahra Anjaswari)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 4Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai






