Mengenal Slow Living, Konsep Gaya Hidup Melambat Di Zaman Yang Serba Cepat

AKURAT.CO, Di zaman yang serba cepat ini, kita dituntut untuk terus bergerak maju seperti berkembangnya teknologi yang pesat serta perubahan gaya hidup yang semakin cepat.
Menurut orang-orang zaman sekarang, menjadi seorang yang sibuk merupakan sebuah hal yang produktif dan saat kita hidup dengan produktif maka disitulah kesuksesan akan timbul.
Dengan penuh sesaknya kalender aktivitas serta tingginya jam terbang, orang-orang meyakini bahwa hal tersebut dapat menjadi sebuah penanda yang valid terhadap seberapa baiknya performa kerja yang kita lakukan.
Banyak orang yang menjalani hidupnya seperti itu tidak berjalan dengan baik. Malah ada yang kewalahan hingga tertatih-tatih.
Tanpa kita sadari, konsep hidup yang serba cepat ini membuat kita gak bisa menikmati hidup yang sebenarnya. Kita bahkan gak punya waktu untuk bersantai, merenung ataupun merefleksikan apa yang sudah kita lakukan saking sibuknya dan cepatnya mobilitas kehidupan mereka.
Kalau tidak diperhatikan, kondisi ini bisa membuat kita menjadi stres bahkan depresi dan tentunya, itu tidak baik juga untuk kesehatan mental kita.
Oleh karena itu, terdapat penelitian yang menemukan solusi untuk mengubah gaya hidup yang serba cepat pada saat ini menjadi lebih santai yang dapat kita kenal dengan sebutan slow living.
Apa itu Slow Living?
Slow living memiliki arti sebagai seni menikmati hidup dengan berani menggunakan waktu agar dapat melakukan segala sesuatu sebaik mungkin.
Seseorang yang menjalani gaya hidup slow living perlu menjalani kehidupannya dengan penuh kesadaran, kebermaknaan, kehati-hatian serta ketenangan.
Melalui gaya hidup ini, kita diharapkan dapat terlepas dari tekanan yang saat ini muncul dalam kehidupan kita yang berasal dari gaya hidup sebelumnya yaitu gaya hidup serba cepat yang mana menjalani hidup dengan agresif, terburu-buru, dan instan.
Menurut para penganut gaya hidup slow living, hidup akan terasa lebih baik ketika kita bergerak tidak begitu cepat. Contohnya seperti mengerjakan tugas secara satu per satu, tidak terburu-buru dan tidak terlalu berlebihan dalam menyelesaikan sebuah tugas atau pekerjaan sebab dengan melakukan hal tersebut dapat memberikan kita ruang untuk menghargai tiap hal yang kita lakukan dalam kehidupan ini bukan karena terpacu oleh waktu atau target melainkan karena kita memang suka dan nyaman dalam melakukan hal tersebut.
Sebab ketika kita hanya terpacu pada target, maka banyak hal penting yang akan terlewatkan dan kita lupa untuk memaknai setiap hal yang kita kerjakan.
Namun, gaya hidup slow living bukanlah sebuah alasan untuk kita bermalas-malasan.
Gaya hidup ini memang tidak mementingkan tingkat produktivitas, namun tetap mendorong kita untuk dapat menghasilkan sebuah kreasi atau karya yang berkualitas.
Berikut beberapa tips yang bisa kamu lakukan dalam mulai menjalani gaya hidup slow living.
Tips menjalani gaya hidup Slow Living
1. Lakukan setiap kegiatan secara satu per satu
Gaya hidup yang serba cepat ini memaksa kita menjadi orang yang multitasking atau mengerjakan beberapa hal secara bersamaan. Contohnya pada saat menyetir mobil, kemudian ada telepon masuk terkadang kita akan mengangkat telpon sambil menyetir.
Mulai saat ini, fokuslah terhadap satu hal.
Fokuslah terhadap kegiatan menyetir, nikmati keadaan sekitar dan jangan tanggapi telepon yang berdering. Selain dapat memecah konsentrasi hal tersebut dapat membahayakan kita juga.
2. Nikmati dan amati setiap detail yang ada di sekitar
Terlalu banyak dan menumpuknya pekerjaan yang kita miliki membuat kita hanya fokus untuk segera menyelesaikan tanpa mengamati dan menikmati setiap detail dari pekerjaan tersebut.
Jangan terlalu tergesa-gesa dan nikmati setiap proses yang kita lakukan dimulai dari ketika kamu berkaca di cermin amatilah refleksi diri kita yang memantulkan wajah kita yang indah.
Kemudian ketika makan, lakukanlah dengan perlahan dengan menikmati momen dan mencicipi cita rasanya. Lakukanlah dengan sadar sepenuhnya.
3. Prioritaskan apa yang dibutuhkan
Dalam gaya hidup slow living, kita harus memprioritaskan yang kita butuhkan. Contohnya, kalau lapar dan sedang ada pekerjaan prioritaskan dulu rasa lapar kita.
Pahami apa yang benar-benar diri kita lakukan serta dahulukan mana yang begitu penting untuk kita lakukan saat ini.
Dengan begitu kita dapat tetap melakukan aktivitas lebih santai namun paham akan urgensi aktivitas harian kita.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





