7 Alasan Orang Gemar Flexing, Tanda Miliki Harga Diri Lemah

AKURAT.CO, Flexing menjadi fenomena yang kini banyak diperbincangkan, tak sedikit publik figur hingga pejabat melakukan flexing di sosial medianya.
Tindakan flexing sengaja dilakukan untuk menunjukkan kepemilikan material maupun properti yang dianggap bernilai bagi kebanyakan orang. Lalu apa itu Flexing?
Apa itu flexing?
Flexing adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan tindakan memamerkan atau menunjukkan kekayaan, kemewahan, atau prestasi seseorang dengan cara yang eksplisit.
Meskipun tindakan ini dianggap kontroversial oleh beberapa orang, namun banyak orang yang masih terus melakukannya.
Menurut sebuah studi yang dilansir dari laman Insider, Rabu (15/3/2023). Orang yang menunjukkan perilaku flexing di media sosial mengindikasikan self esteem atau harga diri yang lemah.
Tanpa disadari, orang yang kerap melakukan flexing sebenarnya tidak mempunyai kepercayaan terhadap nilai dirinya.
Flexing dilakukan sebagai upaya untuk menutupi kekurangan harga diri dengan membuat orang lain terkesan.
Alasan orang gemar flexing
1. Mencari validasi diri
Mencari validasi dari orang lain adalah salah satu alasan mengapa orang gemar flexing di media sosial. Alasan ini muncul karena banyak orang merasa senang ketika dihargai seseorang, dengan memberikan perhatian positif dan pujian pada pencapaian mereka.
Dengan mengunggah pencapaian di media sosial, mereka berharap mendapatkan pengakuan dari orang lain dan merasa dihargai.
Media sosial memberikan cara mudah untuk menunjukkan pencapaian dan mendapatkan pengakuan dari orang lain.
2. Meningkatkan popularitas
Orang yang melakukan flexing seringkali mendapatkan popularitas dan pengikut yang lebih banyak di media sosial atau di lingkungan sekitarnya. Hal itu juga yang menjadi alasan kuat banyak selebgram dan publik figur melakukan flexing.
3. Menunjukkan status sosial
Flexing bisa digunakan untuk menunjukkan status sosial seseorang dan membuat orang lain menghormati atau mengakui posisinya sebagai salah satu orang penting.
4. Menginspirasi orang lain
Beberapa orang menganggap flexing sebagai cara untuk memotivasi dan menginspirasi orang lain untuk mencapai kesuksesan dan kemakmuran.
Namun, perlu diingat bahwa menginspirasi orang lain harus dilakukan dengan bijak dan seimbang. Menunjukkan prestasi dan keberhasilan di media sosial dapat memotivasi orang lain, tetapi juga dapat menimbulkan perasaan tidak adil atau tidak terjangkau bagi orang lain.
Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan perasaan orang lain dan tetap rendah hati dalam memamerkan prestasi dan keberhasilan di media sosial.
5. Membangun citra pribadi
Flexing bisa membantu membangun citra pribadi seseorang dan membuatnya terlihat lebih menarik dan berharga di mata orang lain.
Namun, perlu diingat bahwa menunjukkan citra diri yang terlalu dibuat-buat atau tidak autentik dapat memberikan kesan yang salah kepada orang lain.
Terlalu sering memamerkan barang-barang mewah atau gaya hidup mewah dapat memberikan kesan sombong. Oleh karena itu, perlu dilakukan dengan bijak dan seimbang.
6. Meningkatkan keberhasilan dalam bisnis
Beberapa orang percaya bahwa flexing bisa membantu meningkatkan keberhasilan dalam bisnis dan membuka peluang baru.
Karena dengan mereka menampilkan kemewahan pasti akan mendapat banyak pengikut di media sosialnya. Sehingga hal tersebut bisa dijadikan ladang uang, baik untuk berjualan ataupun membuka iklan.
7. Cari perhatian
Dalam masyarakat yang serba kompetitif, seseorang mungkin merasa perlu untuk menunjukkan keberhasilan mereka dalam hidup agar diakui dan dihargai oleh orang lain.
Dengan memamerkan barang-barang mewah atau tempat-tempat mewah yang dikunjungi, seseorang dapat menarik perhatian dan mendapatkan pengakuan dari orang lain.
Keinginan untuk menarik perhatian berkaitan erat dengan rasa ingin terkenal. Dalam era media sosial yang serba terhubung, menjadi terkenal atau memiliki banyak pengikut dapat memberikan keuntungan tertentu, seperti penghasilan dari iklan atau kesempatan untuk mempromosikan merek atau produk tertentu.
Meskipun ada beberapa alasan mengapa seseorang suka flexing, namun penting untuk diingat bahwa tindakan ini harus dilakukan dengan bijak dan tidak menimbulkan dampak buruk bagi orang lain atau lingkungan sekitar.
Juga alangkah baiknya, agar tetap bersikap rendah hati dalam menunjukkan keberhasilan, dan tidak menimbulkan iri dan dengki antar sesama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





