Akurat

Marak Paylater, Begini Tips Menggunakan Dompet Digital Agar Tidak Boros dan Aman

Cosmas Kopong Beda | 1 Juli 2022, 18:45 WIB
Marak Paylater, Begini Tips Menggunakan Dompet Digital Agar Tidak Boros dan Aman

AKURAT.CO  Pesatnya perkembangan teknologi terutama di bidang keuangan atau fintech menghadirkan berbagai aplikasi yang memudahkan masyarakat seperti makanan, transportasi dan lain-lain.

Hadirnya fintech tadi yang berwujud dompet digital seperti yang kita kenal dengan adanya Ovo, Dana, LinkAja, GoPay mengubah kebiasaan masyarakat yang semakin terbiasa dengan dunia digital.

Masyarakat terkadang terbuai dengan adanya promo-promo dengan menggunakan aplikasi tersebut sehingga kalap dalam membelanjakan penghasilannya tanpa berpikir panjang.

Arief Rama Syarif selaku  Founder Yayasan Komunitas Open Source mengungkapkan, dompet digital atau e-wallet merupakan layanan yang bersifat elektronik dan berfungsi untuk menyimpan data sekaligus sebagai instrumen pembayaran.

Dompet digital dapat digunakan untuk transaksi baik secara online maupun offline.Terdapat berbagai pilihan dompet digital yang dapat digunakan di Indonesia antara lain, Link Aja, Ovo,Gopay, Shopeepay, dan Dana.

“Pertumbuhan e-wallet terus meningkat. Dompet digital semakin banyak digunakan karena tawaran fasilitas diskon, promo, dan lebih praktis tanpa perlu menyimpan dompet kulit di dalam celana. Cukup melalui telepon seluler saja masyarakat sudah bisa melakukan transaksi dan pembayaran,” tutur dia dalam program Indonesia Makin Cakap Digital di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (29/6). secara daring.

Masih dalam acara yang sama, Abdul Wahab SE aktivitas digital yang tinggisebenarnya turut membuka munculnya potensi buruk seperti ancaman penipuan dan pencurian akun.

Sehingga, pihak-pihak terkait harus mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya aspek keamanan digital, misalnya melalui seminar, diskusi, maupun pelatihan sehingga warganet dapat melindungi data atau identitas pribadinya di internet.

Menurut dia, berdasarkan data Kepolisian RI, pada tahun 2020 silam telah tercatat 7.124 kasus penipuan, 1.477 kasus pencemaran nama baik, 903 kasus pengancaman, serta 312 kasus pornografi.

Tingginya kasus penipuan digitalseharusnya membuat warganet semakin waspada dan berhati-hati dalam berbelanja online dan dapat memastikan bertransaksi dengan penjual dan toko terpercaya.

“Untuk dapat melindungi diri, kita harus pahami dulu bagaimana fitur-fitur yang akan diakses dalam perangkat digital. Misalnya, sebelum men-download (unduh) harus memastikan sumber aplikasi yang resmi, kemudian pastikan kesesuaian aplikasi dan media penyimpanan yang cocok dengan perangkat yang digunakan,” imbuh Abdul.

Pegiat Japelidi dan Dosen UIN Alauddin Makassar A Fauziah Astrid menambahkan, berbagai fasilitas yang diberikan dompet digital membuat orang mudah terpancing untuk membelanjakan uangnya, akibatnya hal tersebut turut memicu warganetmenjadi semakin boros.

Beberapa kiat yang dapat diterapkan untuk berhemat menggunakan dompetdigital antara lain, memetakan setiap kebutuhan sebelum berbelanja, menentukan batas saldo, adaanggaran khusus penambahan uang belanja, mencatat setiap pengeluaran, serta menghindari fasilitas pay later atau pembayaran cicilan.

“Jangan tergoda dengan bujukan fasilitas pay later, karena terkadang akan membuat kita terjebakuntuk berhutang. Kalau tidak bisa berbelanja, ya sudah uang di dompet digital disimpan lagi, tapi jika sudah bisa mengisi saldo barulah berbelanja kembali,” pungkas Fauziah memberikan tips hemat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.