4 Tips Mengerjakan Soal Tes Psikologi dalam Seleksi Calon Taruna Akmil

AKURAT.CO Akademi Militer (Akmil) adalah sekolah pendidikan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat di Kota Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Akademi Militer mencetak Perwira Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat.
Sejarah berdirinya Akmil berawal dari didirikannya Militaire Academie (MA) yang bertempat di Yogyakarta pada tanggal 31 Oktober 1945, dan meluluskan sebanyak dua angkatan pada tahun 1950.
Akan tetapi, alasannya merupakan argumentasi teknis untuk sementara MA ini ditutup sementara, dan angkatan ketiga menyelesaikan pendidikan di KMA Breda, Nederland.
Dengan didirikannya aneka macam sekolah perwira dibeberapa tempat untuk menyanggupi keperluan prajurit, dan berpisahnya Polisi Republik Indonesia pada tiga angkatan lainnya, dan ABRI bermetamorfosis TNI, maka sejak itu juga Kepolisian terpisah dari AKABRI, dan AKABRI menjadi Akademi Tentara Nasional Indonesia yang berisikan AKMIL, AAL, dan AAU.
Salah satu tahapan seleksi masuk Akmil adalah tes psikologi . Tes ini bertujuan untuk melihat kepribadian calon taruna taruni TNI.
Banyak sekali para peserta yang mengalami kegagalan saat menghadapi tes ini. Karena tes psikologi memang berbeda dari tes potensi akademik maupun tes fisik. Tes psikologi melibatkan kecenderungan dari diri masing-masing peserta.
Banyak yang menganggap tes psikologi TNI mudah karena cukup mengerjakannya secara jujur. Namun jangan salah, melalui tes ini justru para penguji dapat menilai bagaimana sebenarnya karakter peserta tes, apakah layak untuk menjadi prajurit TNI.
Test psikologi dapat dijadikan alat untuk mengenal seseorang melalui sisi psikologisnya.
Oleh karena itu, sebaiknya peserta tes mempersiapkan diri sebaik mungkin ketika akan menghadapi tes psikologi, termasuk mengenal apa saja jenis tes psikologi.
Berikut empaat tips mengerjakan tes psikologi pada seleksi masuk Akmil, dari berbagai sumber.
Ketahui jenis-jenis tes psikologi seleksi AKMIL
Salah satu faktor kegagalan dalam tes psikologi adalah karena tidak mengetahui jenis-jenis tes dan bagaimana cara mengerjakan psikotes. Ditambah dengan tidak adanya persiapan yang matang, sehingga peserta cenderung mengerjakan tes secara asal-asalan.
Jenis tes psikologi cukup banyak dengan ketentuan yang berbeda-beda, berikut diantaranya yang mungkin ada dalam seleksi Akmil:
Tes Aritmatika
Sesuai dengan namanya, tes ini menguji kemampuan tes aritmatika peserta melalui soal-soal deret angka. Dalam soal ini meminta peserta untuk mengisikan angka di kolom yang masih kosong.
Tes Penalaran
Selain deret angka, juga ada soal deret gambar. Dimana dalam tes ini berguna untuk mengukur kemampuan memahami pola gambar.
Analog Verbal Test
Terdiri dari 40 soal yang harus di selesaikan dalam jangka waktu terbatas. Soal-soalnya berisi seputar sinonim, antonim maupun analogi kata.
Kraepelin
Sering juga disebut sebagai tes koran, dimana dalam tes ini akan menguji stabilitas Anda dalam bekerja, apakah mudah stress atau tidak. Apakah mudah tertekan atau tidak, tes ini sering digunakan dalam tes psikologi TNI.
Tes Menggambar
Dalam psikotes juga dikenal tes menggambar, peserta akan diminta untuk menggambar orang atau pohon dengan ketentuan tertentu. Melalui hasil gambar peserta dapat dilihat kreativitas yang bersangkutan.
Mengerjakan tes sesuai urutan
Biasanya soal yang diberikan ketika waktu pengerjaan memiliki persyaratan waktu yang berbeda–beda, jadi pentingnya untuk menjawab pertanyaan secepat mungkin agar dapat meyelesaikan semua soal tepat waktu.
Dari sinilah kamu harus memulai menentukan berapa waktu yang diperlukan tiap mengisi satu demi satu pertanyaan. Pada umumnya, tiap pengerjaan satu pertanyaan memiliki waktu 30–60 detik tiap memilih soal pilihan ganda. Tergantung pada jumlah waktu yang anda miliki saat ujian tersebut.
Jangan menunda jawaban
Banyak sekali rekomendasi bahwa isi dahulu pertanyaan yang mudah, baru setelah itu anda bisa meyelesaikan soal yang sulit di waktu hampir habis ketika tes.
Ini merupakan strategi yang mungkin berhasil untuk beberapa peserta saja, tetapi sebagian siswa terkadang lupa untuk menjawab pertanyaan yang dia lompati tersebut.
Di sini juga kamu akan banyak kehilangan waktu saat pengisian, karena kamu harus melihat kembali mana saja soal yang belum dikerjakan.
Membaca pertanyaan dengan teliti
Mungkin pernyataan ini sangatlah sering didengar, namun strategi ini memang sangatlah penting ketika kita sedang mengerjakan tes psikologi ataupun tes yang lain.
Saat kamu membaca pertanyaan terkadang sebelum beres membaca anda sudah merumuskan jawabannya dipertengahan membaca soal. Ketika kamu sudah menulis jawaban sebelum beres membaca soal sepenuhnya, bisa saja kamu kehilangan informasi penting atau bisa saja kamu salah menjawab dari pertanyaan itu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 4Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 5Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 6Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 7Cuaca Hari Ini 19 September 2026: BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah
- 8Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 9Utang BLBI Warisan 98 Lunas, Menkeu: Presiden Prabowo Sambut Baik Penyelesaian Ini
- 10OTT Lagi, KPK Amankan Bupati Bolaang Mongondow Utara Bersama 13 Orang Lainnya



