Akurat Logo

4 Tips Mengerjakan Soal Tes Psikologi dalam Seleksi Calon Taruna Akmil

Iqbal Rizkyka | 17 Juni 2022, 19:15 WIB
4 Tips Mengerjakan Soal Tes Psikologi dalam Seleksi Calon Taruna Akmil

AKURAT.CO Akademi Militer (Akmil) adalah sekolah pendidikan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat di Kota Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Akademi Militer mencetak Perwira Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat.

Sejarah berdirinya Akmil berawal dari didirikannya Militaire Academie (MA) yang bertempat di Yogyakarta pada tanggal 31 Oktober 1945, dan meluluskan sebanyak dua angkatan pada tahun 1950. 

Akan tetapi, alasannya merupakan argumentasi teknis untuk sementara MA ini ditutup sementara, dan angkatan ketiga menyelesaikan pendidikan di KMA Breda, Nederland.

Dengan didirikannya aneka macam sekolah perwira dibeberapa tempat untuk menyanggupi keperluan prajurit, dan berpisahnya Polisi Republik Indonesia pada tiga angkatan lainnya, dan ABRI bermetamorfosis TNI, maka sejak itu juga Kepolisian terpisah dari AKABRI, dan AKABRI menjadi Akademi Tentara Nasional Indonesia yang berisikan AKMIL, AAL, dan AAU.

Salah satu tahapan seleksi masuk Akmil adalah tes psikologi . Tes ini bertujuan untuk melihat kepribadian calon taruna taruni TNI. 

Banyak sekali para peserta yang mengalami kegagalan saat menghadapi tes ini. Karena tes psikologi memang berbeda dari tes potensi akademik maupun tes fisik. Tes psikologi melibatkan kecenderungan dari diri masing-masing peserta.

Banyak yang menganggap tes psikologi TNI mudah karena cukup mengerjakannya secara jujur. Namun jangan salah, melalui tes ini justru para penguji dapat menilai bagaimana sebenarnya karakter peserta tes, apakah layak untuk menjadi prajurit TNI. 

Test psikologi dapat dijadikan alat untuk mengenal seseorang melalui sisi psikologisnya.

Oleh karena itu, sebaiknya peserta tes mempersiapkan diri sebaik mungkin ketika akan menghadapi tes psikologi, termasuk mengenal apa saja jenis tes psikologi. 

Berikut empaat tips mengerjakan tes psikologi pada seleksi masuk Akmil, dari berbagai sumber.

Ketahui jenis-jenis tes psikologi seleksi AKMIL

Salah satu faktor kegagalan dalam tes psikologi adalah karena tidak mengetahui jenis-jenis tes dan bagaimana cara mengerjakan psikotes. Ditambah dengan tidak adanya persiapan yang matang, sehingga peserta cenderung mengerjakan tes secara asal-asalan. 

Jenis tes psikologi cukup banyak dengan ketentuan yang berbeda-beda, berikut diantaranya yang mungkin ada dalam seleksi Akmil:

Tes Aritmatika

Sesuai dengan namanya, tes ini menguji kemampuan tes aritmatika peserta melalui soal-soal deret angka. Dalam soal ini meminta peserta untuk mengisikan angka di kolom yang masih kosong.

Tes Penalaran

Selain deret angka, juga ada soal deret gambar. Dimana dalam tes ini berguna untuk mengukur kemampuan memahami pola gambar.

Analog Verbal Test

Terdiri dari 40 soal yang harus di selesaikan dalam jangka waktu terbatas. Soal-soalnya berisi seputar sinonim, antonim maupun analogi kata.

Kraepelin

Sering juga disebut sebagai tes koran, dimana dalam tes ini akan menguji stabilitas Anda dalam bekerja, apakah mudah stress atau tidak. Apakah mudah tertekan atau tidak, tes ini sering digunakan dalam tes psikologi TNI.

Tes Menggambar

Dalam psikotes juga dikenal tes menggambar, peserta akan diminta untuk menggambar orang atau pohon dengan ketentuan tertentu. Melalui hasil gambar peserta dapat dilihat kreativitas yang bersangkutan.

Mengerjakan tes sesuai urutan 

Biasanya soal yang diberikan ketika waktu pengerjaan memiliki persyaratan waktu yang berbeda–beda, jadi pentingnya untuk menjawab pertanyaan secepat mungkin agar dapat meyelesaikan semua soal tepat waktu. 

Dari sinilah kamu harus memulai menentukan berapa waktu yang diperlukan tiap mengisi satu demi satu pertanyaan. Pada umumnya, tiap pengerjaan satu pertanyaan memiliki waktu 30–60 detik tiap memilih soal pilihan ganda. Tergantung pada jumlah waktu yang anda miliki saat ujian tersebut. 

Jangan menunda jawaban 

Banyak sekali rekomendasi bahwa isi dahulu pertanyaan yang mudah, baru setelah itu anda bisa meyelesaikan soal yang sulit di waktu hampir habis ketika tes. 

Ini merupakan strategi yang mungkin berhasil untuk beberapa peserta saja, tetapi sebagian siswa terkadang lupa untuk menjawab pertanyaan yang dia lompati tersebut. 

Di sini juga kamu akan banyak kehilangan waktu saat pengisian, karena kamu harus melihat kembali mana saja soal yang belum dikerjakan.

Membaca pertanyaan dengan teliti 

Mungkin pernyataan ini sangatlah sering didengar, namun strategi ini memang sangatlah penting ketika kita sedang mengerjakan tes psikologi ataupun tes yang lain. 

Saat kamu membaca pertanyaan terkadang sebelum beres membaca anda sudah merumuskan jawabannya dipertengahan membaca soal. Ketika kamu sudah menulis jawaban sebelum beres membaca soal sepenuhnya, bisa saja kamu kehilangan informasi penting atau bisa saja kamu salah menjawab dari pertanyaan itu.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.