Akurat

Kurangi Risiko Perokok Konvensional, RELX Tawarkan Solusi Teknologi Vaping

| 25 Maret 2022, 05:22 WIB
Kurangi Risiko Perokok Konvensional, RELX Tawarkan Solusi Teknologi Vaping

AKURAT.CO, Dengan misi memberdayakan perokok dewasa melalui teknologi, produk, dan ilmu pengetahuan etis, RELX secara mandiri mengembangkan dan memproduksi rokok elekriknya di atas standar yang ada.

"RELX terus mengembangkan teknologi dan inovasi rokok elektrik untuk memberdayakan konsumen melalui pengembangan produk di atas standar yang ada," kata General Manager RELX Indonesia, Yudhistira Eka Saputra dalam webinar di Jakarta, Kamis (24/3/2022).

Ia menegaskan, pihaknya menyediakan produk dengan risiko jual lebih rendah. "Selain itu, ketentuan pemasaran sudah sesuai dengan peraturan yang dikeluakam oleh pemerintah dan mengacu pada inovasi-inovasi tidak hanya produk," ujarnya.

Yudhistira menambahkan, tren konsumen generasi milenial saat ini sudah beralih ke produk kekinian seperti RELX yang memiliki awareness tinggi terhadap tehnologi.

(FOTO/Tangkapan Layar Zoom)

Selain itu, generasi yang jauh lebih mapan atau tua juga memiliki kecenderungan untuk penggunaan Ipod semacam produk RELX yang cukup tinggi.

"Intinya kami tidak menciptakan perokok baru tapi untuk mengurangi resiko berbahayanya merokok konventional," timpal dia.

"Hal ini dilakukan di pusat Penelitian dan Pengembangan (Litbang) dan pabrik demi menyediakan alternatif yang lebih baik bagi perokok dewasa, yang memiliki keinginan untuk berhenti," ucapnya.

Data Public Helath England menunjukkan rokok elektrik 95 persen lebih tidak berbahaya bagi kesehatan daripada rokok konvensional.

"Kondisi itulah yang mendorong RELX meningkatkan kehidupan perokok yang merasa sulit untuk berhenti merokok, dan merancang produk yang memungkinkan mereka mengadopsi alternatif yang lebih baik," ungkap Yudhistira.

RELX menggunakan kekuatan teknologi dan disain dengan pendekatan yang berpusat pada manusia. Tujuannya, untuk memberikan pengalaman produk kepada pelanggan yang terbaik.

RELX mengoperasikan lab standar CNAS pertama yang dimiliki oleh merek rokok elektronik independen. Berlokasi di Shenzhen, China, lab tersebut menerapkan standar industri paling ketat di dunia untuk produk rokok elektrik.

Lab milik RELX juga memastikan keandalan dan kualitas e-liquid dan perangkat RELX. Sampai saat ini, RELX terus berinvestasi dalam desain produk, desain teknik, teknologi pengenalan wajah, pengembangan e-liquid, dan penelitian kimia dasar.

RELX juga telah mengembangkan lebih dari 30 teknologi inovatif secara independen dan telah mengajukan lebih dari 400 paten.

Ilmuwan RELX melakukan pengujian sesuai dengan standar AFNOR XP D90-300-3 Prancis yang diakui secara global.

Tim R&D RELX Technology juga menetapkan tolok ukur independen yang lebih ketat daripada AFNOR.

RELX juga mendirikan Golden Shield Program pada Agustus 2019 untuk membantu mencegah produksi dan penjualan barang rokok elektronik ilegal.

Di samping itu, anggota Golden Shield Program RELX bekerja sama dengan platform media sosial, online, platform e-niaga online, Administrasi China untuk Industri dan Perdagangan, dan otoritas lokal di seluruh China untuk menghilangkan produk vaping palsu dari pasar.

Program tersebut telah membantu pihak berwenang China menyita 48 ribu produk rokok elektronik palsu. 

RELX mengembangkan seluruh produk rokok elektriknya secara mandiri di fasilitas litbangnya di Shenzhen, Tiongkok, laboratorium berstandar CNAS untuk brand rokok elektrik. 

RELX terus berinvestasi pada litbang, pengujian cairan rokok elektrik, dan pengembangan produk baru. Perusahaan ini didukung oleh banyak SDM bertaraf global yang berasal dari sejumlah perusahaan ternama seperti Uber, Proctor and Gamble, Huawei, Beats, dan L'Oréal. 

Jajaran RELX meliputi sejumlah modal ventura terkemuka, seperti Source Code Capital, IDG Capital, dan Sequoia Capital.

Jauh sebelumnya, RELX mengumumkan bahwa mereka masuk peringkat 100 Teratas Pengajuan Paten Internasional PCT Perusahaan Tiongkok 2021, sebagai No.1 di sektor atomisasi elektronik, dengan 84 pengajuan paten internasional PCT. 

Mitra strategis SMOORE dan merek vape terkemuka China RELX juga ada dalam daftar tersebut, dengan 74 pengajuan paten internasional PCT.

Berdasarkan jumlah pengajuan paten internasional PCT pada tahun 2021, peringkat tersebut diterbitkan oleh IPRdaily, media kekayaan intelektual dengan pengaruh global, dan database paten global, incoPat.

Pada tanggal 31 Desember 2021, SMOORE memiliki lebih dari 3408 permohonan paten secara kumulatif, dengan lebih dari 1570 pengajuan paten penemuan dan lebih dari 1674 pengajuan paten resmi. 

Sebagai pemimpin industri vaping global, telah mengajukan hingga 730 permohonan paten internasional dari 2016 hingga 2021; khususnya di AS, pengajuan paten SMOORE hampir sama dengan Altria.

Berfokus pada pengembangan teknologi atomisasi, perusahaan ini memiliki lebih dari 600 pengajuan paten internasional terkait dengan kumparan atomisasi. 

Didorong oleh paten teknologi atomisasi terkemuka di dunia, SMOORE telah meluncurkan solusi pod vape kumparan keramik tertipis di dunia, FEELM Air, pada Januari 2022. 

Dilengkapi dengan Kumparan Keramik Film Bionic Ultra tipis generasi baru, FEELM Air menghadirkan 7 terobosan besar dalam pengalaman vaping, termasuk desain terbaik, keandalan, rasa, dan pengalaman interaktif yang menyenangkan.

Hingga saat ini, SMOORE telah memperoleh lebih dari 1500 ahli R&D dari latar belakang ilmiah yang berbeda dan mendirikan 10 pusat penelitian mendasar di seluruh dunia untuk penelitian lintas disiplin, dengan 5 pusat penelitian baru dalam persiapan.

Selain itu, SMOORE mengajukan pengaduan ke Komisi Perdagangan Internasional Amerika Serikat terhadap 38 perusahaan dan individu Amerika dan Kanada atas pelanggaran hak cipta pada bulan Oktober 2021.

Pihak-pihak yang diduga melanggar pasal 337 Undang-Undang Lalu Lintas tahun 1930, di mana produk tertentu, kartrid vaping minyak dan komponen memiliki fitur yang sama dengan di Asia.

Sementara itu, Ketua Konvo Hokkop Situngkir mengatakan, sebagai wadah konsumen pengguna Vape misi utama pihaknya adalah kampanye larangan penggunaan Vape untuk anak-anak usia di bawah umur.

"Selama ini, anak-anak itu menggunakannya lebih ke arah demi gaul serta unsur negatifnya di mana ada kandungan di dalam Vape yang selama ini dilarang oleh pemerintah," tuturnya.

Hokkop berharap Konvo bersama pihak-pihak terkait terutama regulator dalam hal ini Bea dan Cukai saling bekerja sama dan kampanye bersama menentang penggunaan REL (rokok elektronik) di bawah umur serta adanya  upaya diversifikasi pengguna rokok.

Hokkop menjelaskan, perbedaan mendasar dari rokok dan vape adalah rokok terbuat dari tembakau dan dibunkus kertas dengan bahan kimia berbahaya, seperti nikotin, hidrogen sianida, arsenik, serta bensol.

Sedangkan Vape terdiri dari baterai dan cartridge berisi cairan dan mengandung bahan kimia berbahaya, seperti nikotin, gliserin sayur, serta nitrosamis. []

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Editor
Afriadi