Permintaan Penginapan di Bandung Makin Stabil, Hotel Independen Dinilai Punya Ruang Tumbuh

AKURAT.CO Tren permintaan hotel di Bandung menunjukkan pergeseran signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Jika sebelumnya okupansi sangat bergantung pada musim liburan dan akhir pekan panjang, kini permintaan kamar cenderung lebih merata sepanjang tahun.
Perubahan ini didorong meningkatnya perjalanan singkat (short stay), wisata akhir pekan, aktivitas pendidikan, serta berbagai agenda acara yang rutin digelar di Kota Kembang.
“Bandung bertransformasi dari kota liburan menjadi destinasi dengan permintaan rutin. Tamu kini datang lebih sering dengan durasi menginap lebih singkat. Bagi hotel, ini berarti okupansi yang lebih stabil sepanjang bulan,” ujar Ronald Tjandra, General Manager Area West & Central Java RedDoorz.
RedDoorz mencatat perubahan perilaku tamu di Bandung cukup signifikan. Sekitar 96 persen pemesanan didominasi durasi menginap satu hingga dua malam, sementara 80 persen reservasi dilakukan secara last-minute.
Tren ini menunjukkan Bandung semakin dipilih sebagai destinasi spontan untuk short getaway, bukan lagi sekadar tujuan liburan panjang.
Sejalan dengan itu, preferensi tamu bergeser pada akomodasi yang menawarkan value for money. Harga terjangkau, lokasi strategis, serta kemudahan pemesanan digital menjadi faktor utama dalam pengambilan keputusan.
Kondisi tersebut turut mendorong pertumbuhan segmen hotel budget yang melayani kebutuhan perjalanan singkat.
Bagi pemilik hotel, distribusi permintaan yang lebih merata berdampak langsung pada kinerja bisnis. Sejumlah mitra RedDoorz di Bandung mencatat peningkatan okupansi, pendapatan bulanan yang lebih stabil, serta jangkauan distribusi online yang lebih luas.
Baca Juga: Lebih Pilih Dony Tri Pamungkas Ketimbang Shayne Pattynama, Ini Penjelasan Mauricio Souza
Tri Martini, pemilik URBANVIEW Hotel 3m Syariah Bandung, mengaku mengalami peningkatan kinerja sejak bergabung dengan jaringan tersebut pada Februari 2024.
“Setelah bergabung, penjualan kamar di hotel saya meningkat dengan lebih dari 3.300 kamar terjual sepanjang 2025 dan pendapatan hotel pun naik hingga 33 persen,” ujarnya.
Saat ini, RedDoorz bermitra dengan lebih dari 200 hotel independen di Bandung. Pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, kota ini mencatat lonjakan pemesanan lebih dari 21.000 kamar atau naik 18 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara struktural, Bandung memiliki fondasi permintaan yang kuat.
Kedekatannya dengan Jakarta, ekosistem pendidikan yang besar, agenda event yang aktif, serta daya tarik kuliner dan gaya hidup menciptakan arus kunjungan berulang, bukan sekadar musiman.
Faktor pendukung lain datang dari pembangunan infrastruktur dalam lima tahun terakhir. Kehadiran kereta cepat Whoosh rute Jakarta–Bandung turut mempercepat mobilitas wisatawan.
Berdasarkan data KCIC, sepanjang Januari–Oktober 2025, Whoosh melayani lebih dari 5,1 juta penumpang atau meningkat 6,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Ke depan, optimisme juga didorong rencana pembangunan Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR) yang dijadwalkan mulai pada 2026.
Proyek ini diharapkan mampu mengurai kemacetan dan mempercepat mobilitas dalam kota sehingga berdampak positif terhadap perputaran ekonomi, termasuk industri perhotelan dan pariwisata.
Melihat potensi tersebut, RedDoorz menilai strategi berbasis data dan pendekatan lokal menjadi kunci menangkap peluang pertumbuhan.
Melalui analisis permintaan, optimasi harga berbasis teknologi, serta distribusi digital yang luas, hotel independen dinilai dapat meningkatkan daya saing sekaligus menjaga profitabilitas.
Baca Juga: Pemulihan Pendidikan Pascabencana di Sumatera Butuh Percepatan dan Anggaran Utuh
“Setiap kota memiliki karakter berbeda. Memahami perilaku tamu di tingkat kota dengan dukungan tim lokal yang profesional akan membantu hotel menetapkan strategi harga dan pemasaran yang lebih tepat. Bandung menunjukkan bahwa permintaan yang konsisten bisa menjadi fondasi pertumbuhan jangka panjang,” tutup Ronald.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








