Akurat

Panduan Logistik Makanan Pendakian 5 Hari: Praktis, Tahan Lama, dan Bergizi

Herry Supriyatna | 16 Januari 2026, 20:40 WIB
Panduan Logistik Makanan Pendakian 5 Hari: Praktis, Tahan Lama, dan Bergizi

AKURAT.CO Banyak pendaki kerap kebingungan menyiapkan logistik makanan untuk pendakian lebih dari satu hari.

Tantangan yang sering muncul meliputi kepraktisan, daya tahan bahan makanan, hingga kecukupan asupan gizi selama di gunung.

Artikel ini akan membantu kamu menyusun rencana logistik makanan untuk pendakian selama lima hari agar energi tetap terjaga, pola makan lebih teratur, dan risiko kehabisan bekal bisa dihindari.

Mengapa Rencana Logistik Makanan Itu Penting?

Perencanaan logistik makanan sangat dibutuhkan oleh pendaki yang ingin tetap sehat dan bertenaga sepanjang perjalanan.

Kesalahan dalam menghitung kebutuhan konsumsi dapat berdampak serius, mulai dari cepat lelah, rasa lapar berlebihan, hingga dehidrasi.

Idealnya, rencana logistik makanan disiapkan sejak 2–3 hari sebelum keberangkatan agar semua kebutuhan dapat diperhitungkan dengan matang.

Hal-Hal yang Perlu Dipertimbangkan

Beberapa faktor utama yang wajib diperhatikan dalam menyusun logistik makanan pendakian, antara lain:

Baca Juga: Cara Menjadi Kaya Lewat Kripto: Panduan Aman dan Praktis untuk Pemula

  1. Durasi pendakian
    Semakin lama perjalanan, semakin detail perencanaan yang dibutuhkan.

  2. Jumlah anggota tim
    Logistik kelompok bisa dibagi rata untuk meringankan beban masing-masing pendaki.

  3. Jenis makanan
    Pilih makanan yang awet, ringan, mudah dimasak, tetapi tetap bergizi.

  4. Peralatan memasak
    Menu harus disesuaikan dengan alat masak agar tidak merepotkan di lapangan.

Langkah Praktis Menyusun Logistik Makanan Pendakian 5 Hari

  1. Buat daftar kebutuhan harian

    • Sarapan: oatmeal, roti, atau mi instan.

    • Makan siang: nasi instan dengan lauk kering seperti abon atau kornet.

    • Makan malam: sup instan, sosis, atau sayuran kering.

    • Camilan: cokelat, kacang, atau energy bar.

  2. Hitung porsi per orang

    • Sarapan: 1–2 porsi per hari.

    • Lauk: sekitar 2–3 sendok per orang per makan.

    • Air minum: 2–3 liter per hari per orang, dengan opsi isi ulang di pos atau sumber air.

  3. Gunakan sistem pengemasan harian
    Pisahkan logistik berdasarkan hari dan simpan dalam plastik atau dry bag terpisah. Beri label “Hari 1”, “Hari 2”, dan seterusnya agar mudah diatur.

  4. Pilih makanan yang tahan lama
    Hindari makanan basah atau yang mudah basi. Utamakan makanan kering, instan, atau kalengan.

  5. Siapkan cadangan energi
    Bawa 1–2 porsi makanan tambahan seperti mi instan atau energy bar sebagai antisipasi jika perjalanan memakan waktu lebih lama dari rencana.

Contoh Rencana Menu Pendakian 5 Hari

  • Hari 1: Roti tawar dan selai, nasi instan dengan abon, sup instan.

  • Hari 2: Oatmeal, mi instan dengan telur kering, sosis bakar.

  • Hari 3: Energy bar, nasi kaleng, sayuran kering.

  • Hari 4: Roti isi, bihun instan, nugget goreng.

  • Hari 5: Oatmeal dengan susu bubuk, nasi instan, kornet.

Menyusun logistik makanan untuk pendakian lima hari bukan sekadar memastikan perut kenyang, tetapi merupakan strategi penting untuk menjaga stamina dan kesehatan di alam terbuka.

Dengan menu yang tepat, pengemasan yang rapi, serta perhitungan porsi yang akurat, pendakian dapat berlangsung lebih nyaman dan aman.

Jangan lupa selalu membawa makanan cadangan untuk kondisi darurat agar perjalanan tetap terkendali hingga akhir.

Baca Juga: Komisi I DPR Nilai RUU Disinformasi Asing Penting Jaga Ketahanan Informasi Nasional

Laporan: Marshal Halim/magang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.