Akurat

Segini Harga Tiket Museum Nasional Indonesia yang Resmi Berlaku Mulai 2026

Ahmad Munjin | 8 Januari 2026, 08:41 WIB
Segini Harga Tiket Museum Nasional Indonesia yang Resmi Berlaku Mulai 2026

AKURAT.CO, Museum Nasional Indonesia (MNI) resmi memberlakukan penyesuaian harga tiket masuk sejak 1 Januari 2026. Kebijakan ini dilakukan seiring dengan peningkatan layanan, pembaruan infrastruktur, serta pengembangan pengalaman berkunjung yang lebih nyaman dan modern bagi masyarakat.

Kepala Museum dan Cagar Budaya (MCB), Esti Nurjadin, menjelaskan bahwa kebijakan penyesuaian harga tiket sebenarnya telah direncanakan sejak Agustus 2025. Namun, penerapannya baru dilakukan setelah sejumlah fasilitas pendukung rampung.

“Kami tunda sampai fasilitas yang kami punya sudah beres, karena sebelumnya masih dalam proses. Sistem BLU itu kan public service dengan business mindset, jadi layanan tetap menjadi prioritas utama,” ujar Esti sebagaimana keterangan tertulis yang diterima di Jakarta belum lama ini.

Baca Juga: Sejarah Patung Gajah Di Museum Nasional, Hadiah Yang Dibayar Mahal

Sejumlah pembaruan fasilitas telah dilakukan, di antaranya pemindahan pintu masuk dan loket tiket dari Gedung A ke Majapahit Hall yang memiliki ruang lebih luas. Perubahan ini ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung serta memperlancar arus keluar-masuk museum.

Selain itu, Museum Nasional Indonesia juga tengah menyiapkan alih fungsi auditorium di basement gedung menjadi masjid. Fasilitas ibadah tersebut ditargetkan dapat digunakan pada akhir Januari 2026.

“Prosesnya perlu memperhatikan aspek keselamatan, termasuk emergency exit. Shaf sudah kami siapkan, hanya tempat wudhu yang masih dalam tahap penyelesaian. Diharapkan siap akhir Januari,” jelas Esti.

Baca Juga: Perempuan 38 Tahun Dijerat Kasus Pencurian Perhiasan €88 Juta di Museum Louvre Paris

Peningkatan fasilitas juga berdampak pada perluasan area non-tiket. Jika sebelumnya luas area non-tiket hanya sekitar 3.800 meter persegi, kini telah diperluas menjadi 8.100 meter persegi, termasuk penataan ulang area taman di depan fasad museum.

“Ada area non-tiket yang lebih banyak demi kenyamanan pengunjung. Kami juga menyiapkan peta fisik sebagai kenang-kenangan serta gelang tiket. Ini mulai tersedia 3 Januari nanti,” ujar Esti.

Dari sisi konten, Museum Nasional Indonesia tak hanya mengandalkan koleksi permanen. Sejak pertengahan Desember 2025, MNI menghadirkan Pameran Sejarah Awal yang menampilkan empat temuan penting Eugene Dubois yang telah kembali ke Indonesia dan menjadi bagian dari narasi awal peradaban manusia.

Baca Juga: Kerugian Kebakaran Museum Nasional Belum Bisa Dihitung

Mulai Januari 2026, ruang ImersifA juga akan diperbarui dengan konsep baru. Sistem tiket pun kini dibuat lebih efisien dengan teknologi nontunai, seperti tap in dan pembayaran melalui QRIS.

“Pelan-pelan kita benahi semuanya. Sekarang sistem tiket sudah lebih cepat tanpa layanan manual,” tegas Esti.

Sementara itu, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menyampaikan bahwa penyesuaian harga tiket merupakan bagian dari upaya membangun apresiasi publik terhadap museum sebagai ruang edukasi dan kebudayaan.

Baca Juga: Koleksi Museum Nasional Hasil Repatriasi Belanda Tidak Terdampak Kebakaran

“Kepada masyarakat umum kita tingkatkan, supaya ada apresiasi terhadap museum. Terutama bagi wisatawan asing, agar mereka bisa melihat dan menghargai museum kita,” ujarnya.

Sebagai informasi, harga tiket Museum Nasional Indonesia kini ditetapkan Rp50 ribu untuk pengunjung umum dan Rp30 ribu untuk pelajar. Anak di bawah usia tiga tahun serta pengunjung lansia di atas 60 tahun tetap mendapatkan akses gratis.

Untuk wisatawan mancanegara (WNA), harga tiket ditetapkan Rp150 ribu, sementara pemegang KITAS dikenakan tarif Rp50 ribu. Harga tersebut belum termasuk tiket masuk ke ruang ImersifA yang dibanderol Rp35 ribu per orang.

Kebijakan penyesuaian harga tiket ini sempat menuai pro dan kontra di tengah masyarakat. Namun pihak pengelola menegaskan bahwa kenaikan tarif sejalan dengan peningkatan kualitas layanan dan fasilitas yang kini dapat dinikmati pengunjung Museum Nasional Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.