Dukung Hobi Positif Anak Muda, Widarin Vacation Jadi Wadah Komunitas K-Pop Eksplor Budaya Korea

AKURAT.CO Gelombang budaya Korea atau Korean Wave kini tak lagi sekadar tren hiburan, melainkan telah berkembang menjadi ruang interaksi sosial dan pembentukan komunitas bagi anak muda Indonesia.
Fenomena ini tercermin dari meningkatnya minat perjalanan ke Korea Selatan yang tidak hanya berorientasi wisata, tetapi juga pencarian pengalaman bersama sesama penggemar K-Pop dan budaya Korea.
Menangkap dinamika tersebut, Widarin Vacation menghadirkan konsep community-based travel yang menempatkan kebersamaan sebagai nilai utama dalam setiap perjalanan.
Berbeda dari perjalanan wisata konvensional, banyak peserta open trip Widarin memulai perjalanan sebagai solo traveler.
Namun, sepanjang perjalanan mereka justru menemukan relasi baru dengan minat yang sama—mulai dari K-Pop, K-Drama, hingga gaya hidup Korea.
Perjalanan yang awalnya bersifat personal pun berubah menjadi pengalaman komunal yang hangat dan berkesan.
Konsep ini menjadikan Widarin Vacation bukan sekadar penyedia layanan perjalanan, melainkan juga fasilitator ruang aman bagi komunitas anak muda.
Baca Juga: Cara Menerapkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat di Rumah
Melalui kurasi peserta, penyusunan itinerary yang relevan dengan budaya pop Korea, serta pendampingan tour leader yang memahami dinamika komunitas, Widarin membangun ekosistem perjalanan yang inklusif, aman, dan menyenangkan.
Di dalamnya, peserta dapat mengekspresikan hobi secara positif sekaligus memperluas jejaring pertemanan lintas daerah.
Perwakilan Widarin Vacation, Teghar Syahranu, menyebut pendekatan berbasis komunitas lahir dari kebutuhan nyata di lapangan.
“Banyak chingudeul yang awalnya ragu berangkat sendiri karena takut canggung atau tidak punya teman. Tapi begitu sampai, mereka justru bertemu orang-orang yang satu frekuensi. Pulang bukan hanya membawa foto dan oleh-oleh, tapi juga keluarga baru,” ujarnya.
Menurut Teghar, perjalanan berbasis komunitas memiliki dampak emosional yang kuat, khususnya bagi generasi muda.
Selain memberikan rasa aman, kebersamaan selama perjalanan juga menciptakan ikatan yang berlanjut setelah trip selesai.
Tak jarang, para peserta tetap berkomunikasi, saling berbagi rekomendasi konten, hingga merencanakan perjalanan berikutnya bersama.
Dari sisi tren, konsep community-based travel dinilai sejalan dengan karakter Generasi Z yang mengutamakan pengalaman, koneksi sosial, dan makna personal dalam setiap aktivitas.
Liburan tidak lagi dimaknai sebagai agenda konsumtif semata, melainkan sebagai ruang bertumbuh, berbagi, dan membangun identitas bersama.
Dengan memadukan eksplorasi budaya Korea dan penguatan komunitas K-Pop, Widarin Vacation menunjukkan bahwa industri pariwisata dapat berperan lebih dari sekadar penyedia jasa.
Pariwisata juga dapat menjadi perekat sosial yang mendorong hobi positif, rasa kebersamaan, serta pengalaman emosional yang autentik bagi anak muda Indonesia.
Baca Juga: Cara Optimasi Deskripsi Youtube agar Muncul di Pencarian: Panduan Lengkap dan Praktis
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









