Akurat

6 Tips Bepergian Jauh saat Puasa Ramadan

Iwan Gunawan | 20 Maret 2024, 14:37 WIB
6 Tips Bepergian Jauh saat Puasa Ramadan

 

AKURAT.CO Mereka yang bepergian jauh mendapatkan keringanan dalam berpuasa. Selain itu terdapat beberapa golongan yang diperbolehkan tidak berpuasa di bulan Ramadan yakni orang sakit, ibu hamil dan menyusui.

Bepergian jauh saat puasa cukup menguras tenaga dan mental. Oleh karena itu beberapa umat Muslim lebih memilih untuk mengurangi aktivitas untuk menjaga stamina tubuh.

Namun, sebagian orang harus bepergian jauh saat puasa Ramadan. Saat puasa tubuh akan cepat merasa lelah karena tidak ada asupan makanan dan minuman.

Baca Juga: Tingkatan Puasa Setiap Orang Berbeda-beda, Kamu Tingkatan Apa dari 3 Tingkatan Ini?

Maka dari itu, simak 6 tips bepergian jauh saat puasa Ramadan berikut ini:

1. Konsumsi makanan sehat untuk berbuka puasa

Banyak hal yang mungkin terjadi selama berpergian jauh. Usahakan untuk menyimpan sebungkus kecil kurma di tas atau makanan berprotein serta sebotol air untuk menjaga tingkat energi jika terjadi penundaan dan perlu berbuka puasa.

2. Rencanakan perjalanan dengan bijak

Hal pertama yang harus diperhatikan sebelum bepergian jauh adalah memperkirakan waktu buka puasa dan sahur. Hal ini dapat dilakukan dengan bertanya di tempat penginapan mengenai informasi masjid terdekat atau mencari komunitas Muslim secara online berdasarkan tempat yang sedang dikunjungi.

Baca Juga: Asal-usul Sahur Puasa, Banyak Muslim Belum Mengetahui Secara Utuh!

Saat memesan, beritahu pihak tempat penginapan mengenai permintaan saat puasa atau kebutuhan khusus dan dapatkan rekomendasi tempat terbaik untuk salat dan makan.

3. Berbuka puasa di mana dan kapan matahari terbenam

Berbuka puasa ketika berpergian jauh biasanya berpatokan dengan matahari terbenam di tempat tujuan, meskipun perjalanan tersebut tergolong singkat. Zona waktu di negara tempat berangkat dan mulai berpuasa tidak terlalu menjadi masalah.

4. Lewati puasa untuk nanti

Dalam Islam, tidak hanya anak-anak, orang tua, orang sakit, dan wanita yang sedang haid saja yang dikecualikan dari puasa. Mereka yang bepergian jauh juga dibebaskan dari puasa.

Namun jika melewatkan puasa, maka harus di qadha setelah perjalanan selesai atau untuk mengkompensasi hari-hari yang tidak berpuasa, berpuasa di akhir tahun. Apabila tidak ingin melewatkan puasa, maka pastikan penerbangan dijadwalkan setelah berbuka puasa.

Baca Juga: Bagaimana Puasa Para Nabi Sebelum Nabi Muhammad SAW? Ada yang Berpuasa Ketika di Dalam Perut Ikan Paus

5. Bawa obat-obatan

Berbagai kemungkinan dapat terjadi selama bepergian jauh, apalagi tubuh dalam kondisi rentan saat puasa. Oleh karena itu, bawa obat-obatan untuk antisipasi selama di perjalanan. Adapun beberapa obat yang sebaiknya selalu ada di kotak P3K, seperti ibat pereda nyeri, minyak angin, obat antimabuk, obat asam lambung, kain kasa dan obat merah.

6. Istirahat sejenak ketika lelah

Banyak kecelakaan lalu lintas terjadi selama bepergian jauh. Hal ini terjadi karena pengemudi merasa lelah atau mengantuk saat berkendara.

Diketahui, setiap pengemudi hanya diizinkan mengemudi selama empat jam berturut-turut saat perjalanan jauh. Kemudian pengemudi perlu beristirahat minimal 30 menit.

Apabila tubuh sudah merasa lelah jangan paksakan untuk mengemudi. Segera cari tempat istirahat untuk merengangkan otot-otot.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.