Jelaskan yang Dimaksud dengan Akulturasi Budaya! Simak Penjelasan dan Contohnya di Indonesia

AKURAT.CO Akulturasi budaya adalah proses sosial yang melibatkan perpaduan dua kebudayaan atau lebih yang saling mempengaruhi, tanpa menghilangkan ciri khas kebudayaan itu sendiri.
Dalam konteks ini, unsur-unsur budaya dari berbagai latar belakang bergabung dan membentuk kebudayaan baru yang memadukan elemen-elemen dari masing-masing budaya asal.
Beberapa definisi dan pandangan mengenai akulturasi budaya:
-
Definisi Umum:
- Menurut Wina Puspita Sari dan Menati Fajar Rizki dalam buku “Komunikasi Lintas Budaya” (2021), akulturasi budaya adalah bersatunya berbagai unsur kebudayaan yang berbeda dan membentuk kebudayaan baru, tanpa menghilangkan ciri khas budaya aslinya.
- Koentjaraningrat mendefinisikan akulturasi budaya sebagai proses ketika sekelompok orang dengan budaya tertentu menghadapi elemen budaya asing, yang kemudian diterima dan diproses menjadi bagian dari budaya mereka tanpa menghilangkan budaya asli.
-
Asal Usul Kata “Akulturasi”:
- Istilah “akulturasi” berasal dari bahasa Latin, yaitu “acculturate”, yang berarti tumbuh dan berkembang bersama.
- Dalam konteks akulturasi budaya, dua kebudayaan atau lebih tumbuh dan berkembang bersama, saling mempengaruhi, dan menghasilkan bentuk budaya baru.
-
Contoh Akulturasi Budaya:
- Berikut beberapa contoh akulturasi budaya:
- Menara Kudus: Merupakan hasil akulturasi antara Islam dan Hindu.
- Kaligrafi: Hasil akulturasi budaya ini merupakan perpaduan antara tulisan Arab dengan kebudayaan Indonesia.
- Candi Borobudur: Merupakan hasil akulturasi budaya antara Hindu-Buddha dengan kebudayaan Indonesia.
- Gambang Kromong: Kesenian ini merupakan contoh akulturasi budaya Indonesia dengan Tiongkok, yang disuguhkan melalui kesenian musik.
- Berikut beberapa contoh akulturasi budaya:
Dengan adanya akulturasi budaya, masyarakat dapat memperkaya dan memperluas wawasan serta memperkukuh identitas budaya mereka melalui interaksi dengan budaya lain.
Proses ini terjadi secara dinamis dan terus berkembang seiring perjalanan waktu dan perubahan sosial.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini







