Akurat

Mengenal Sejarah Lengkap Masjid Demak yang Dibangun Pada Abad ke-15 Masehi

Muhtar S. Syihabuddin | 28 Desember 2023, 22:00 WIB
Mengenal Sejarah Lengkap Masjid Demak yang Dibangun Pada Abad ke-15 Masehi

AKURAT.CO Masjid Agung Demak adalah masjid kuno yang didirikan oleh Raden Patah dari Kerajaan Demak dengan bantuan para Walisongo pada abad ke-15 Masehi.

Masjid ini termasuk salah satu masjid tertua di Indonesia yang terletak di Kampung Kauman, Kelurahan Bintoro, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Berlokasi tepat di alun-alun dan pusat keramaian Demak, Masjid Agung Demak dapat ditemukan dengan mudah.

Menurut cerita yang beredar dalam masyarakat, Masjid Agung Demak dahulu menjadi tempat pertemuan para Walisongo yang menyebarkan agama Islam di tanah Jawa, dan inilah yang membuat Demak dikenal sebagai "kota wali".

Raden Patah, bersama dengan Walisongo, ikut serta dalam pembangunan masjid ini dengan merancang gambar serupa bulus yang memiliki makna candra sengkala "Sirna Ilang kertaning bumi".

Secara filosofis mencerminkan tahun pembangunan Masjid Agung Demak pada tahun 1401 Saka. Dan dari segi arsitektur, Masjid Agung Demak mengadopsi gaya tradisional Jawa.

Berbeda dari masjid pada umumnya yang memiliki kubah, atap masjid ini berbentuk limas dan tersusun tiga lapis.

Atapnya mengandung makna terkait ajaran Islam, yaitu Iman, Islam, dan Ihsan. Sedangkan secara tasawuf, atap tersebut juga terkait dengan syariat, thariqat, dan hakikat.

Atap Masjid Demak ditopang oleh empat saka atau tiang, yang terletak di barat laut, barat daya, tenggara, dan timur laut.

Baca Juga: Mengenal Masjid Dirar, Tempat Ibadah yang Dibuat dengan Niat Jahat Orang Munafik

Empat wali dari Wali Songo, yaitu Sunan Bonang, Sunan Gunung Jati, Sunan Ampel, dan Sunan Kalijaga, secara langsung terlibat dalam pembuatan saka atau tiang tersebut.

Saka tatal, yang diciptakan oleh Sunan Kalijaga, terkenal sebagai tiang yang unik karena terbuat dari serpihan dan potongan-potongan kayu yang diikat kemudian dihaluskan.

Saka tatal membawa makna filosofis yang dalam, melambangkan perbedaan suku di wilayah Nusantara yang dapat disatukan dan menjadi kekuatan setelah dihaluskan.

Selain saka tatal, Masjid Agung Demak juga memiliki pintu yang disebut sebagai pintu petir atau lawang bledeg, yang dipercaya dapat melindungi dari petir.

Pintu ini pada dasarnya sama seperti pintu umumnya. Akan tetapi, terdapat berbagai ornamen dengan desain yang beragam.

Dan konon ornamen pada pintu petir ini menggambarkan gambar petir yang diraih oleh Ki Ageng Sela, yang merupakan keturunan Prabu Brawijaya dari Majapahit.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.